Tragedi Diam di Perbatasan Gaza: 22 Ribu Kontainer Logistik Mengantre, Perut Rakyat Tetap Kosong

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 23:02 WIB
perbatasan Gaza (INSTAGRAM mhusrigaaofficial)
perbatasan Gaza (INSTAGRAM mhusrigaaofficial)

 

GAZA, METROSELEBES.COM - Tragedi diam terjadi di perbatasan Gaza.

Sebanyak 22 ribu kontainer logistik berisi makanan dan kebutuhan hidup lainnya disebut tertahan hanya beberapa meter dari para warga Gaza yang mengantre dengan perut kosong.

Ironisnya, logistik ada, bantuan tersedia, namun sengaja tidak diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Kondisi ini mengundang perhatian dunia, terlebih ketika muncul pernyataan dari tokoh kemanusiaan bahwa krisis kelaparan yang terjadi di Gaza bukan karena kekurangan pasokan, melainkan sengaja diciptakan.

Baca Juga: Merah Putih Jadi Simbol Koperasi Desa: Pemerintah Satukan Regulasi Pembiayaan Kopdes/Kel

Ini bukan kegagalan distribusi, tapi strategi sistematis yang dinilai sebagai bagian dari genosida modern yang dibungkus dalam senyap.

Menurut laporan lapangan dari aktivis MHusein Gaza, lebih dari 180 jiwa telah gugur karena kelaparan. Sebuah fakta tragis yang menunjukkan bagaimana nyawa warga Gaza dianggap tak layak hidup.

Tambahan lagi, hingga hari ini tercatat 200 lebih jurnalis telah tewas, dan ratusan alat dokumentasi dihancurkan. Tujuannya jelas—agar kebenaran tak sampai ke dunia luar, dan suara Gaza terkubur dalam sunyi.

Baca Juga: PMK 49 2025: Jurus Baru Pemerintah Atasi Krisis Permodalan Koperasi Desa

Situasi ini dikuatkan oleh laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebutkan bahwa akses terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza masih sangat dibatasi, meskipun ada puluhan ribu ton makanan dan obat-obatan yang tertahan di perbatasan Rafah maupun Kerem Shalom.

Laporan PBB menyebut, sejak awal tahun 2025, lebih dari 60% anak-anak di Gaza mengalami malnutrisi akut akibat blokade total yang dilakukan pasukan pendudukan.

Krisis ini bukan hanya bencana kemanusiaan, melainkan penghilangan hak dasar atas hidup, dan dunia disebut hanya melihat sebagian kecil dari kenyataan.

Baca Juga: Prabowo Optimis Indonesia Bebas Kemiskinan Jauh Sebelum 2045, Pemerintah Genjot Aksi Lewat Inpres 8/2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X