Trump Janjikan Upaya Selamatkan Jimmy Lai di Tengah Negosiasi Dagang dengan China

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 17:26 WIB
Mogul media Jimmy Lai, pendiri Apple Daily, terlihat saat ia meninggalkan Court of Final Appeal dengan mobil tahanan, di Hong Kong, China, 1 Februari 2021. Source FOTO: REUTERS
Mogul media Jimmy Lai, pendiri Apple Daily, terlihat saat ia meninggalkan Court of Final Appeal dengan mobil tahanan, di Hong Kong, China, 1 Februari 2021. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan berupaya keras untuk membantu menyelamatkan taipan media Hong Kong, Jimmy Lai, yang kini ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional. Meski menyadari langkah itu berisiko menimbulkan ketegangan dengan Presiden China Xi Jinping, Trump menegaskan komitmennya. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (16/08/2025).

Baca Juga: China Sebut Pemasangan Pelacak Lokasi pada Pengiriman Chip oleh AS sebagai “Insting Kekaisaran Pengawasan”

"Saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk menyelamatkannya," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News Radio. "Kita lihat apa yang bisa kita lakukan … tetapi kami akan berusaha sekuat tenaga."

 

Jimmy Lai, 77 tahun, pendiri surat kabar Apple Daily, menghadapi dakwaan konspirasi berkolusi dengan kekuatan asing serta tuduhan terlibat dalam penerbitan materi hasutan. Ia telah menjalani penahanan dalam sel isolasi sejak Desember 2020, lebih dari 1.500 hari.

 

Sementara itu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, menegaskan bahwa Lai dianggap sebagai tokoh utama di balik aktivitas anti-China yang merusak stabilitas Hong Kong. "Kami dengan tegas menentang upaya kekuatan eksternal yang menggunakan kasus hukum untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri China atau merusak supremasi hukum di Hong Kong," kata Liu.

Baca Juga: MA Kembali Tolak PK Jessica Kumala Wongso, Vonis 20 Tahun Penjara Tetap Berlaku

Trump juga menyebut bahwa isu Jimmy Lai akan dibahas dalam negosiasi dagang AS–China. Sejak awal pekan, kedua negara sepakat memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari untuk menghindari beban bea masuk yang lebih besar. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan, pejabat dagang dari kedua pihak dijadwalkan kembali bertemu dalam dua hingga tiga bulan ke depan guna membicarakan arah hubungan ekonomi selanjutnya.

 

Kasus Jimmy Lai kini bukan hanya menjadi persoalan hukum di Hong Kong, melainkan juga berpotensi menjadi salah satu isu penting dalam dinamika geopolitik dan perdagangan antara Washington dan Beijing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X