SINGAPURA/BEIJING,METROSELEBES.COM-Perusahaan perdagangan milik negara Tiongkok, COFCO, dilaporkan telah membeli sekitar 50.000 metrik ton kanola hasil panen baru dari Australia. Langkah ini menjadi pembelian pertama sejak 2020, setelah Beijing sebelumnya menutup pintu impor kanola dari Australia akibat aturan ketat terkait penyakit tanaman. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (18/08/2025).
Baca Juga: Merpati Putih Hiasi Momen Sakral, Hinggap di Topi Pasukan Saat Upacara HUT RI ke-80
Dua sumber perdagangan mengatakan kepada Reuters bahwa pengiriman akan dilakukan pada November-Desember mendatang, dengan harga di bawah 600 dolar AS per ton termasuk ongkos kirim. COFCO juga tengah bernegosiasi untuk menambah kontrak pembelian lainnya.
Kesepakatan ini muncul hanya beberapa hari setelah pemerintah Tiongkok mengenakan bea sementara sebesar 75,8% terhadap kanola asal Kanada, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pemasok utama pasar Tiongkok. Dengan kebijakan tersebut, pasokan Kanada diperkirakan akan terhambat masuk ke Asia, membuka peluang besar bagi Australia sebagai eksportir terbesar kedua di dunia.
“Kesepakatan pertama sudah selesai dan kabarnya akan ada pembelian tambahan dalam waktu dekat,” ujar salah satu pedagang berbasis di Singapura.
Baca Juga: Pendidikan Bermutu Jadi Prioritas Utama RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp757,8 Triliun
Menurut para pelaku pasar, harga kanola Australia dinilai sangat kompetitif jika dibandingkan dengan margin pengolahan minyak nabati di Tiongkok. Produk yang akan dikirim berasal dari panen baru Australia yang siap dipetik dalam beberapa bulan mendatang. Dengan jadwal pengiriman akhir tahun, pasokan diperkirakan tiba di Tiongkok pada akhir Desember atau awal tahun depan.
Sumber juga mengungkapkan bahwa kargo tersebut merupakan produk hasil rekayasa genetika (GMO), yang di Tiongkok memerlukan izin khusus. Persetujuan ini sebelumnya menjadi penghalang utama bagi masuknya kembali kanola Australia. Namun, pada Jumat lalu, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok (MARA) memberikan tujuh sertifikat keamanan GMO kepada anak perusahaan COFCO Oils & Oilseeds Trading Co., meski tidak merinci detail produk yang disetujui.
Baca Juga: Ketahanan Energi Jadi Andalan RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp402,4 Triliun
Sebelumnya pada Juli, Reuters melaporkan bahwa Canberra dan Beijing hampir mencapai kesepakatan uji coba pengiriman lima kargo kanola ke Tiongkok. Meski demikian, belum jelas apakah pembelian COFCO kali ini termasuk bagian dari uji coba tersebut atau merupakan kontrak komersial terpisah.
Artikel Terkait
RAPBN 2026: Delapan Agenda Prioritas Prabowo untuk Indonesia Maju
Ketahanan Pangan Jadi Sorotan Utama RAPBN 2026: Prabowo Alokasikan Rp164,4 Triliun
Ketahanan Energi Jadi Andalan RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp402,4 Triliun
Program Makan Bergizi Gratis Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun
Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat, Masuk Prioritas RAPBN 2026
RAPBN 2026 Prioritaskan Investasi dan Perdagangan Global, Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Pertahanan Semesta Jadi Agenda Strategis RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Anggaran Besar
Pelayanan Kesehatan Berkualitas Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Anggarkan Rp244 Triliun
Pendidikan Bermutu Jadi Prioritas Utama RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp757,8 Triliun
Merpati Putih Hiasi Momen Sakral, Hinggap di Topi Pasukan Saat Upacara HUT RI ke-80