Merasa Dipermalukan di Depan Umum, Andi Arifuddin Bantah Tuduhan Ambil Parang Milik Warga di Kajang

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Minggu, 19 Juli 2026 | 21:16 WIB
Andi Arifuddin mengaku dipermalukan setelah dituduh mengambil parang milik seorang warga di Kajang. Parang tersebut akhirnya ditemukan. (Dok (MetroSelebes.com/Asbir))
Andi Arifuddin mengaku dipermalukan setelah dituduh mengambil parang milik seorang warga di Kajang. Parang tersebut akhirnya ditemukan. (Dok (MetroSelebes.com/Asbir))

Inti berita

Andi Arifuddin mengaku dipermalukan setelah dituduh mengambil parang milik seorang warga di Kajang. Parang tersebut akhirnya ditemukan dan pemiliknya meminta maaf.

 

MetroSelebes.com, KAJANG – Suasana sebuah pesta di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Ahad (19/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, mendadak memanas setelah seorang warga bernama Utok menuduh Andi Arifuddin mengambil sebuah parang yang baru saja dibelinya dari seorang tukang besi.

Menurut keterangan Andi Arifuddin, peristiwa itu bermula ketika Utok datang ke lokasi pesta usai membeli parang baru. Parang tersebut kemudian diperlihatkan kepada sejumlah warga yang hadir. Karena penasaran, Andi Arifuddin mengaku hanya melihat dan sempat memegang parang itu beberapa saat sebelum langsung mengembalikannya kepada pemiliknya.

Namun, setelah parang tersebut kembali berpindah tangan dan dilihat oleh warga lainnya, benda itu sempat tidak berada di tempat sehingga memicu kepanikan. Dalam situasi itu, Utok disebut langsung menuduh Andi Arifuddin sebagai orang yang mengambil parang tersebut.

Baca juga: Listan Minta JFK Hormati Konsensus Provinsi Luwu Raya, Wacana Toraja Dinilai Berpotensi Picu Polemik

Andi Arifuddin membantah keras tuduhan itu. Ia menegaskan dirinya tidak pernah membawa ataupun menguasai parang tersebut setelah mengembalikannya kepada pemilik. Menurutnya, banyak warga yang menyaksikan bahwa parang itu juga sempat dipegang oleh beberapa orang lain.

"Saya hanya melihat dan memegang sebentar karena penasaran, setelah itu langsung saya kembalikan. Tiba-tiba saya dituduh mengambil parang. Saya merasa dipermalukan di depan banyak orang, padahal saya tidak bersalah," ujar Andi Arifuddin.

Ia juga mengaku sempat merasa terintimidasi karena Utok disebut memegang gagang senjata tajam miliknya saat melontarkan tuduhan. Meski demikian, Andi Arifuddin memilih tetap tenang karena yakin tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan, terlebih terdapat sejumlah saksi yang mengetahui kronologi kejadian tersebut.

Tidak lama berselang, parang yang sempat dinyatakan hilang ternyata ditemukan berada di tangan warga lain. Parang itu kemudian diserahkan kembali kepada Utok. Setelah mengetahui kesalahpahaman tersebut, Utok disebut telah meminta maaf kepada Andi Arifuddin. Namun permintaan maaf itu diterima secara dingin karena Andi Arifuddin mengaku telanjur merasa nama baiknya tercoreng akibat tuduhan yang disampaikan di depan umum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Utok terkait kronologi versi dirinya. MetroSelebes.com masih berupaya menghubungi yang bersangkutan guna memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang. (*)

(Asb/Ris)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X