Ledakan Mengguncang Jantung Damaskus, Wartawan Al Jazeera Nyaris Jadi Korban Serangan Udara Israel DAMASKUS,

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 18 Juli 2025 | 04:46 WIB
Serangan udara Israel yang mengguncang pusat kota Damaskus terekam dramatis oleh kamera saat seorang wartawan perempuan Al Jazeera melaporkan langsung dari lokasi kejadian (Screnshoot youtube Al Jazeera)
Serangan udara Israel yang mengguncang pusat kota Damaskus terekam dramatis oleh kamera saat seorang wartawan perempuan Al Jazeera melaporkan langsung dari lokasi kejadian (Screnshoot youtube Al Jazeera)

 

METROSELEBES.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak.

Serangan udara Israel yang mengguncang pusat kota Damaskus terekam dramatis oleh kamera saat seorang wartawan perempuan Al Jazeera melaporkan langsung dari lokasi kejadian, hanya beberapa detik sebelum ledakan besar terjadi tak jauh dari tempatnya berdiri.

Serangan tersebut menghantam kawasan sekitar Kementerian Pertahanan dan Markas Staf Umum Suriah, serta area yang dekat dengan kompleks Istana Kepresidenan.

Rekaman yang dibagikan oleh kanal Al Jazeera memperlihatkan kepanikan yang luar biasa di tengah warga sipil, termasuk reporter yang nyaris menjadi korban langsung dari ledakan itu.

Baca Juga: Penurunan Tarif Impor Jadi Momentum Emas Diplomasi Dagang RI-AS

Dalam video tersebut terlihat awan tebal akibat ledakan, mobil-mobil yang berhenti mendadak, serta warga yang berlarian menyelamatkan diri.

Berdasarkan informasi yang dilansir media lokal dan regional, Israel meluncurkan serangkaian serangan udara intensif pada Rabu pagi, menargetkan fasilitas militer utama di Damaskus.

Sumber militer Suriah menyebutkan bahwa serangan itu menimbulkan kerusakan besar pada infrastruktur militer dan menyebabkan sejumlah korban, meskipun belum ada konfirmasi resmi jumlah korban jiwa.

Baca Juga: Kapolri Merasa Tak Pantas: Keteladanan Polisi Peraih Hoegeng Awards 2025 Tuai Pujian

Israel mengklaim serangan ini dilakukan dengan dalih untuk "menghentikan transfer senjata" dan "melindungi keamanan nasional" dari ancaman kelompok milisi yang beroperasi di wilayah Suriah, termasuk yang berada di dekat perbatasan Dataran Tinggi Golan.

Menariknya, serangan ini bertepatan dengan peningkatan aktivitas militer Israel di selatan Suriah, wilayah yang banyak dihuni oleh komunitas Druze.

Dalam pernyataannya, Tel Aviv menyebut penempatan pasukan ke Dataran Tinggi Golan merupakan bagian dari strategi pertahanan terhadap potensi ancaman dari kelompok militan yang mendapat dukungan Iran.

Baca Juga: MK Dinilai Menyimpang, DPR Tegaskan Pemilu Harus Tetap Lima Tahunan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X