NEW YORK/BEIJING,METROSELEBES.COM-Wells Fargo, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, telah menghentikan seluruh perjalanan bisnis ke China setelah salah satu bankir seniornya, Chenyue Mao, dikenai larangan keluar dari negara tersebut. Kejadian ini memicu kekhawatiran baru di kalangan perusahaan multinasional mengenai risiko perjalanan dan keselamatan karyawan di China. Seperti dikutip dari Reuters pada (18/07/2025).
Baca Juga: Jaguar Land Rover Dukung Proyek Daur Ulang Baterai EV di Inggris, Didanai Pemerintah Rp55 Triliun
Menurut laporan Wall Street Journal yang dikonfirmasi oleh seorang sumber kepada Reuters, Mao — warga negara AS kelahiran Shanghai yang saat ini berbasis di Atlanta — tidak diizinkan meninggalkan China setelah kunjungan bisnisnya beberapa minggu terakhir. Mao menjabat sebagai Managing Director di Wells Fargo dan memimpin divisi internasional pembiayaan piutang (factoring) bank tersebut.
Wells Fargo: Fokus Pulangkan Karyawan
Dalam pernyataan resminya, Wells Fargo mengatakan, “Kami terus memantau situasi ini secara ketat dan bekerja melalui saluran yang sesuai agar karyawan kami dapat segera kembali ke Amerika Serikat.”
Larangan keluar ini muncul di tengah ketegangan geopolitik antara AS dan China yang makin dalam, serta memperkuat kekhawatiran di kalangan perusahaan asing mengenai keamanan personal dan kebebasan bergerak di China. Beberapa perusahaan bahkan mulai mempertimbangkan ulang rencana perjalanan atau operasi bisnis mereka di negara tersebut.
Meningkatnya Kekhawatiran Dunia Usaha
Baca Juga: Tarik Diri dari Pasar AS, Volvo Pangkas Penjualan dan Hentikan Model Sedan karena Tekanan Tarif
Mark Headley, CEO dari Matthews Asia, perusahaan pengelola aset berbasis di San Francisco yang mengelola dana sebesar $6,5 miliar, menyatakan keprihatinannya. “Apakah saya perlu khawatir soal staf saya yang berada di China atau yang akan bepergian ke sana? Hal ini kembali menjadi prioritas utama dalam pikiran saya,” ujarnya kepada Reuters. Meski belum menghentikan perjalanan bisnis ke China, Headley mengatakan akan terus memantau situasi secara seksama.
Artikel Terkait
Kapolri Merasa Tak Pantas: Keteladanan Polisi Peraih Hoegeng Awards 2025 Tuai Pujian
Penurunan Tarif Impor Jadi Momentum Emas Diplomasi Dagang RI-AS
Ledakan Mengguncang Jantung Damaskus, Wartawan Al Jazeera Nyaris Jadi Korban Serangan Udara Israel DAMASKUS,
Mimpi Besar di Grup Neraka: Timnas Indonesia Siap Hadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kopdes Merah Putih: Tiga Tahap Bangun Kemandirian Ekonomi Desa
DPR Soroti Kinerja Lemah Kemendag, Anggaran Diminta Bukti Nyata
Uber Investasikan $300 Juta ke Lucid untuk Luncurkan 20.000 Robotaxi Mulai 2026
Krisis SDM Melanda Badan Keselamatan Mobil AS, Lebih dari 25% Pegawai Mundur
Tarik Diri dari Pasar AS, Volvo Pangkas Penjualan dan Hentikan Model Sedan karena Tekanan Tarif
Jaguar Land Rover Dukung Proyek Daur Ulang Baterai EV di Inggris, Didanai Pemerintah Rp55 Triliun