NEW YORK,METROSELEBES.COM-Para investor global mulai menunjukkan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa menjelang tenggat waktu kenaikan tarif pada Jumat mendatang, 1 Agustus. Harapan ini muncul seiring rencana pertemuan antara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden AS Donald Trump di Skotlandia pada Minggu. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (26/07/2025).
Baca Juga: Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Infrastruktur di TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi
Sejumlah pejabat dan diplomat Uni Eropa menyatakan bahwa kesepakatan kerangka kerja dapat tercapai akhir pekan ini. Namun, Presiden Trump pada Jumat menyampaikan bahwa peluang tercapainya kesepakatan dagang dengan Uni Eropa hanya sekitar 50 persen—atau bahkan kurang.
Ketegangan perdagangan antara AS dan Eropa telah menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian investor bersikap hati-hati. Menurut Sameer Samana, Kepala Divisi Ekuitas Global dan Aset Riil di Wells Fargo Investment Institute, kepastian dari kesepakatan ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak investor untuk kembali masuk ke pasar.
"Ini adalah salah satu hubungan dagang terbesar kami... Jadi jika bagian terakhir ini terselesaikan, kemungkinan besar akan ada peningkatan partisipasi investor di pasar," ujar Samana. "Sumber ketidakpastian yang selama ini membayangi pasar bisa hilang."
Kesepakatan dagang yang tengah dibahas kemungkinan akan mencakup tarif dasar sebesar 15% untuk seluruh barang Uni Eropa yang masuk ke AS, serta tarif sebesar 50% untuk baja dan aluminium Eropa.
Baca Juga: Disukai Anak Muda, Yamaha Grand Filano Ternyata Masih Punya Kekurangan yang Jadi Sorotan Netizen
Harapan akan meredanya ketegangan dagang turut mendorong pasar saham AS ke rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, pengumuman Presiden Trump pada 2 April yang menetapkan tarif global secara luas sempat mengguncang pasar dan menimbulkan kekhawatiran resesi. Namun kekhawatiran itu kini mulai mereda.
Meski demikian, pasar tetap bersiap menghadapi potensi volatilitas yang lebih tinggi menjelang 1 Agustus, tenggat waktu yang ditetapkan AS untuk menaikkan tarif terhadap berbagai mitra dagangnya. Saat ini, lebih dari 70% ekspor Uni Eropa ke AS terancam tarif tinggi—50% untuk baja dan aluminium, 25% untuk mobil dan suku cadang, serta 10% untuk sebagian besar barang lainnya. Trump bahkan mengancam akan menaikkan tarif ini menjadi 30% pada awal bulan depan.
Artikel Terkait
AvtoVAZ Pertimbangkan Kerja 4 Hari Seminggu di Tengah Penurunan Penjualan dan Persaingan Ketat dari China
Bupati Gunungkidul Soroti Penggunaan Bansos, Beli Rokok dan Skincare Dianggap Mampu
Revolusi Koperasi Desa, Prabowo Luncurkan 80 Ribu KOPDES Merah Putih
Dihajar Massa Usai Curi Motor Saat Salat Jumat, Warga Geram dan Serukan Keadilan Sosial
Pembunuhan Sadis di Dubesi Gegerkan Warga, Motif Belum Terungkap
Bhabinkamtibmas Peraih Hoegeng Awards 2025 Akhirnya Bisa Bertugas Dekat Keluarga
Hyundai Motor Alami Penurunan Laba Q2, Peringatkan Dampak Lebih Besar dari Tarif AS di Kuartal Berikutnya
Nathalie Holscher Minta Maaf Usai Konten Parodi Bareng DJ Panda Dianggap Sindir Kehamilan Erika Carlina
Disukai Anak Muda, Yamaha Grand Filano Ternyata Masih Punya Kekurangan yang Jadi Sorotan Netizen
Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Infrastruktur di TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi