Kamboja Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat, Bentrokan Makin Memanas di Perbatasan dengan Thailand

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 19:50 WIB
Kendaraan militer melaju di sepanjang jalan di provinsi Buriram, setelah Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk membombardir target di Kamboja menyusul baku tembak artileri dari kedua belah pihak yang menewaskan sejumlah orang. Source FOTO: REUTERS
Kendaraan militer melaju di sepanjang jalan di provinsi Buriram, setelah Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk membombardir target di Kamboja menyusul baku tembak artileri dari kedua belah pihak yang menewaskan sejumlah orang. Source FOTO: REUTERS

PHNOM PENH,METROSELEBES.COM-Kamboja menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung dengan Thailand, menurut laporan AFP pada Jumat. Seruan itu disampaikan oleh Duta Besar Kamboja untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Chhea Keo, usai pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB yang turut dihadiri oleh perwakilan kedua negara. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (25/07/2025).

Baca Juga: Investor Antusias Sambut Potensi Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa Jelang Tenggat Tarif 1 Agustus

“Kamboja meminta gencatan senjata segera — tanpa syarat apa pun — dan kami juga menyerukan penyelesaian damai atas sengketa ini,” kata Keo seperti dikutip AFP dalam sebuah unggahan di platform X (dulu Twitter).

 

Ketegangan di perbatasan kedua negara meningkat drastis dalam dua hari terakhir. Pada Jumat, Thailand dan Kamboja kembali saling meluncurkan tembakan artileri berat, memperluas zona pertempuran yang sebelumnya terbatas di daerah dekat kompleks candi yang disengketakan.

Baca Juga: Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Infrastruktur di TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi

Dalam perkembangan terbaru, Perdana Menteri Kamboja mengungkap bahwa Thailand sempat menyetujui proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Malaysia, namun kemudian membatalkan komitmennya. Tidak ada penjelasan resmi dari pihak Thailand terkait hal tersebut.

 

Konflik ini telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kedua belah pihak serta mendorong ribuan warga sipil untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman. Komunitas internasional mulai mengkhawatirkan potensi eskalasi lebih lanjut jika tidak ada intervensi diplomatik dalam waktu dekat.

Baca Juga: Hyundai Motor Alami Penurunan Laba Q2, Peringatkan Dampak Lebih Besar dari Tarif AS di Kuartal Berikutnya

Sementara itu, militer Thailand sebelumnya mengerahkan jet tempur F-16 untuk membalas serangan artileri Kamboja, menandakan bahwa situasi bisa berubah menjadi lebih serius jika tidak segera ditangani secara diplomatis.

 

Dewan Keamanan PBB disebut tengah mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan untuk meredakan konflik, namun hingga saat ini belum ada keputusan konkret yang diumumkan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X