Hari Keempat Pencarian KM Nurul Salsa: Manifes Bertambah Jadi 78 Orang, 25 Penumpang Masih Hilang

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:13 WIB
Tampak evakuasi  korban. Hari keempat pencarian KM Nurul Salsa di Selayar, jumlah manifes bertambah menjadi 78 orang. Sebanyak 25 penumpang masih dinyatakan hilang. (Dok.Humas Polres Selayar)
Tampak evakuasi korban. Hari keempat pencarian KM Nurul Salsa di Selayar, jumlah manifes bertambah menjadi 78 orang. Sebanyak 25 penumpang masih dinyatakan hilang. (Dok.Humas Polres Selayar)

Inti berita:

• Basarnas memperbarui data korban KM Nurul Salsa dengan merilis daftar 52 penumpang yang selamat.

• Sementara itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan 25 lainnya masih dalam pencarian intensif di perairan Selayar.

 

MetroSelebes.com, SELAYAR — Harapan keluarga korban masih menggantung di pesisir Pulau Jampea. Memasuki hari keempat operasi pencarian KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Tim SAR gabungan terus memperluas penyisiran setelah data manifes kembali berubah. Verifikasi terbaru mengungkap jumlah penumpang mencapai 78 orang, jauh lebih banyak dibanding data awal, diduga karena adanya penumpang yang tidak tercatat dalam manifes resmi.

Hasil pendataan Basarnas Makassar bersama posko aduan keluarga hingga Sabtu (18/7/2026) menunjukkan sebanyak 52 orang berhasil diselamatkan, satu penumpang ditemukan meninggal dunia, sementara 25 lainnya masih dalam pencarian. Perubahan jumlah korban ini menjadi dasar evaluasi strategi operasi SAR yang kini difokuskan pada penyisiran laut, pesisir, hingga pulau-pulau kecil di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Baca juga: Update KM Nurul Salsa Tenggelam: Puluhan Penumpang Masih Hilang, KRI Marlin-877 Dikerahkan Sisir Laut Selayar 

Untuk memperkuat pencarian, sebanyak 14 personel BKO Polres Kepulauan Selayar telah diterjunkan ke Pulau Jampea. Mereka bergabung dengan Tim SAR gabungan melakukan penyisiran darat di sepanjang garis pantai yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus. Di sektor laut, operasi kini mengandalkan KN SAR Kamajaya 104 setelah KRI Marlin-877 kembali ke pangkalan Makassar. Sebelumnya, tim sempat menemukan objek yang diduga pelampung KM Nurul Salsa, namun belum berhasil dievakuasi akibat gelombang laut mencapai sekitar 2,5 meter di perairan barat Pulau Polassi.

Basarnas menegaskan seluruh unsur pencarian tetap bekerja maksimal sembari terus melakukan pencocokan data bersama keluarga korban. "Kami masih melakukan pencarian secara intensif dan terus memverifikasi identitas korban berdasarkan laporan keluarga. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya diharapkan segera melapor ke posko agar data dapat dipastikan," demikian keterangan Tim SAR yang disampaikan melalui Posko Basarnas Selayar.

Baca juga: Petisi Diskualifikasi Timnas Argentina Tembus 15 Juta Tanda Tangan, Kontroversi VAR Piala Dunia Kian Memanas 

Di sisi lain, aparat kepolisian mulai mendalami penyebab kecelakaan laut tersebut. Polsek Pasimasunggu telah mengamankan juragan kapal Marling bersama delapan anak buah kapal (ABK) untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan guna mengusut dugaan pelanggaran keselamatan pelayaran, termasuk indikasi kelebihan muatan hasil bumi, kendaraan, ternak, serta keberadaan penumpang yang tidak tercatat. Hingga kini proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyimpulkan penyebab pasti tenggelamnya kapal.

Data Korban KM Nurul Salsa, H4 Operasi SAR

FOTO: Tampak korban selamat yang dievakusi Tim SAR Gabungan dan Polres Kepulauan Selayar, Jumat, 17/7. (Dok.Humas Polres Kepulauan Selayar)
FOTO: Tampak korban selamat yang dievakusi Tim SAR Gabungan dan Polres Kepulauan Selayar, Jumat, 17/7. (Dok.Humas Polres Kepulauan Selayar)

Korban meninggal dunia (1 orang):

Salmawati (34)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X