Listan Minta JFK Hormati Konsensus Provinsi Luwu Raya, Wacana Toraja Dinilai Berpotensi Picu Polemik

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37 WIB
Listan meminta Anggota DPR RI Frederick Kalalembang menghormati konsensus perjuangan Provinsi Luwu Raya dan menolak wacana memasukkan Toraja.(Dok.Ist)
Listan meminta Anggota DPR RI Frederick Kalalembang menghormati konsensus perjuangan Provinsi Luwu Raya dan menolak wacana memasukkan Toraja.(Dok.Ist)

Inti berita

Listan meminta Anggota DPR RI Frederick Kalalembang menghormati konsensus perjuangan Provinsi Luwu Raya dan menolak wacana memasukkan Toraja ke dalam wilayah calon provinsi baru.

 

MetroSelebes.com, LUWU - Langkah perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali menjadi perhatian publik ketika perdebatan mengenai cakupan wilayah calon provinsi itu kembali mencuat. Di tengah optimisme yang mulai tumbuh setelah adanya komunikasi dengan pemerintah pusat, muncul kembali usulan agar wilayah Toraja masuk dalam konsep Provinsi Luwu Raya, memantik respons dari sejumlah tokoh masyarakat.

Tokoh pemuda Luwu Raya, Listan, menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya telah dibangun melalui proses panjang dan kesepakatan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, ia meminta Anggota DPR RI Frederick Kalalembang (JFK) menghormati konsensus yang selama ini menjadi dasar perjuangan masyarakat Luwu Raya.

"Perjuangan Provinsi Luwu Raya memiliki sejarah panjang dan telah melalui berbagai tahapan. Karena itu, kami meminta semua pihak, termasuk Bapak Frederick Kalalembang, untuk menghormati perjuangan yang telah menjadi konsensus masyarakat Luwu Raya," ujar Listan di Belopa, Sabtu (18/7/2026).

Baca juga: Rekor Emas Mbappe Lewati Messi, tapi Tak Mampu Selamatkan Prancis dari Kekalahan 6-4 

Menurut Listan, komposisi wilayah calon Provinsi Luwu Raya sejak awal hanya mencakup Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, serta daerah calon Kabupaten Luwu Tengah. Ia menegaskan, wilayah Toraja tidak pernah menjadi bagian dari usulan resmi yang selama ini diperjuangkan.

Di sisi lain, wacana yang berkembang mengenai kemungkinan bergabungnya Toraja merupakan bagian dari dinamika aspirasi yang muncul di ruang publik. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi pemerintah yang mengubah peta usulan pembentukan Provinsi Luwu Raya, sehingga berbagai pandangan tersebut masih berada pada tataran diskusi.

Optimisme terhadap peluang terbentuknya Provinsi Luwu Raya sendiri dinilai semakin menguat setelah Tim Pemekaran Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonom Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya melakukan audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Listan menilai pertemuan tersebut menjadi sinyal positif karena isu pemekaran mulai mendapat perhatian di tingkat pemerintah pusat.

Menutup pernyataannya, Listan mengajak seluruh Wija to Luwu menjaga persatuan dan tetap fokus mengawal agenda yang telah disepakati bersama. Menurutnya, soliditas seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting agar perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak terpecah oleh perbedaan pandangan yang berpotensi menghambat proses menuju daerah otonom baru. (*)

(Key/Ade)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X