Final Piala Dunia 2026 Bukan Sekadar Rebut Trofi, Spanyol dan Argentina Rekor Rivalitas Imbang, Siapa Ukir Sejarah?

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Minggu, 19 Juli 2026 | 21:47 WIB
Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol vs Argentina yang memiliki rekor head-to-head sama kuat, masing-masing enam kemenangan dari 14 pertemuan..(Dok.fifaworldcup)
Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol vs Argentina yang memiliki rekor head-to-head sama kuat, masing-masing enam kemenangan dari 14 pertemuan..(Dok.fifaworldcup)

Inti berita

• Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol vs Argentina yang memiliki rekor head-to-head sama kuat, masing-masing enam kemenangan dari 14 pertemuan.

 

MetroSelebes.com, ATLANTA – Ada satu pertarungan yang tak kalah menarik dari perebutan trofi Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey. Sebelum peluit awal dibunyikan, Spanyol dan Argentina ternyata lebih dulu dihadapkan pada sejarah panjang yang belum menemukan penguasanya. Selama lebih dari tujuh dekade, rivalitas dua raksasa lintas benua ini masih berdiri sama tegak, membuat partai final kali ini menjadi panggung untuk memecahkan keseimbangan tersebut.

Berdasarkan rekap data dari sejumlah arsip internasional, termasuk Yahoo Sports dan Transfermarkt, kedua tim telah bertemu 14 kali sejak 1952. Hasilnya benar-benar berimbang. Spanyol mengoleksi enam kemenangan, Argentina juga enam kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang. Produktivitas gol pun nyaris identik, dengan Spanyol mencetak 19 gol dan Argentina membalas 18 gol.

Mayoritas pertemuan kedua negara berlangsung dalam laga persahabatan. Satu-satunya duel kompetitif sebelum final Piala Dunia 2026 terjadi pada fase grup Piala Dunia 1966 di Inggris. Ketika itu Argentina menang 2-1 lewat dua gol Luis Artime, hasil yang sekaligus menghentikan langkah Spanyol di babak penyisihan. Fakta tersebut membuat final kali ini memiliki nilai historis yang jauh lebih besar dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Baca juga: Rekor Emas Mbappe Lewati Messi, tapi Tak Mampu Selamatkan Prancis dari Kekalahan 6-4 

Memori yang paling membekas dalam era modern terjadi pada Maret 2018. Spanyol menghancurkan Argentina dengan skor telak 6-1 di Madrid melalui hat-trick Isco. Di sisi lain, Argentina juga pernah memberi balasan menyakitkan setelah Piala Dunia 2010 dengan menundukkan Spanyol 4-1 di Buenos Aires. Dua hasil kontras itu menjadi bukti bahwa dominasi salah satu tim tak pernah bertahan lama dalam rivalitas ini.

Menariknya, Lionel Messi hanya tiga kali menghadapi Spanyol di level internasional. Catatan yang beredar menunjukkan kapten Argentina itu meraih satu kemenangan, menelan dua kekalahan, serta mencetak dua gol. Messi juga tidak tampil saat Albiceleste dipermalukan 1-6 pada pertemuan terakhir tahun 2018, sehingga final kali ini berpotensi menjadi kesempatan baginya memperbaiki catatan pribadi sekaligus membawa Argentina unggul dalam rekor pertemuan.

"Catatan head-to-head memang menarik untuk dibahas, tetapi setiap pertandingan memiliki cerita dan konteks yang berbeda. Final adalah laga yang berdiri sendiri," demikian penilaian yang banyak disampaikan analis sepak bola internasional menjelang duel di MetLife, mengingat performa terkini kedua tim akan lebih menentukan dibanding sejarah semata.

Kini, panggung telah disiapkan untuk menulis babak baru rivalitas Spanyol dan Argentina. Siapa pun yang keluar sebagai juara bukan hanya berhak mengangkat trofi Piala Dunia 2026, tetapi juga akan mematahkan rekor head-to-head yang selama puluhan tahun tetap seimbang. Dengan sejarah yang nyaris tanpa jarak dan kualitas skuad yang sama-sama mumpuni, final ini diprediksi menjadi salah satu duel paling bergengsi dalam sejarah sepak bola dunia. (*)

(Key/Ade)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X