Bantuan yang ada tidak mampu menjangkau para korban karena dihentikan di gerbang masuk, sementara kematian demi kematian terus terjadi dalam diam.
Saat dunia seolah bungkam, muncul pertanyaan besar: masihkah kita diam?
Laporan OCHA (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) menyebut bahwa hanya 30-40 truk bantuan yang diizinkan masuk per hari dari kebutuhan minimal 500 truk per hari.
WHO juga menyatakan bahwa lebih dari 70% fasilitas kesehatan di Gaza tak berfungsi karena kekurangan suplai dan serangan yang merusak infrastruktur vital.
Amnesty International menegaskan bahwa pembatasan distribusi bantuan di Gaza merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.***
Artikel Terkait
IEU-CEPA Disepakati, Prabowo Kukuhkan Posisi Tawar RI di Eropa
Akses Penuh Amerika ke Sumber Daya RI: Kesepakatan Bebas Tarif yang Mengejutkan”
Ledakan Mengguncang Jantung Damaskus, Wartawan Al Jazeera Nyaris Jadi Korban Serangan Udara Israel DAMASKUS,
Wells Fargo Hentikan Perjalanan ke China Usai Karyawannya Dilarang Keluar dari Negara Itu
Rosneft Tunjuk Kembali Eks Menteri Energi Qatar sebagai Ketua Dewan Direksi di Tengah Tekanan Sanksi Uni Eropa
Elliott Desak Ketua Baru BP Atasi Kinerja Operasional yang Buruk
Investor Antusias Sambut Potensi Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa Jelang Tenggat Tarif 1 Agustus
Kamboja Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat, Bentrokan Makin Memanas di Perbatasan dengan Thailand
Harga Produk Sehari-hari di AS Naik Imbas Tarif Trump, P&G hingga Nestle Tertekan
Trump Umumkan Tarif 15% untuk Impor Korea Selatan, Disertai Investasi Raksasa $350 Miliar di AS