Inti berita:
• Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek LNG Abadi Masela harus menjadi penggerak ekonomi dan kesejahteraan Indonesia Timur.
• Mengutamakan manfaat bagi masyarakat, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta tetap menjaga iklim investasi yang sehat.
MetroSelebes.com, MALUKU – Harapan baru bagi masa depan Indonesia Timur mengemuka seiring dimulainya pembangunan Proyek LNG Abadi Masela di Maluku. Di balik prospek investasi bernilai besar itu, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi satu pesan utama: proyek strategis nasional tersebut harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, bukan sekadar menghasilkan keuntungan ekonomi.
Saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis (16/7), Prabowo menyatakan Blok Masela diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi. Menurutnya, keberhasilan proyek ini akan menjadi tonggak penting bagi pembangunan kawasan Indonesia Timur.
Presiden menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat. Karena itu, para investor harus memperoleh kepastian hukum dan keuntungan yang wajar agar proyek dapat berjalan berkelanjutan. Namun, ia mengingatkan bahwa tujuan akhir pembangunan tetap harus berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia.
"Saya yakin proyek ini akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Ini juga memperkuat kemandirian energi nasional Indonesia dan menjadi tonggak yang penting bagi kesejahteraan Indonesia," kata Prabowo. Ia juga menambahkan bahwa proyek tersebut harus dijalankan dengan prinsip saling menguntungkan, di mana investor memperoleh keuntungan sekaligus masyarakat menikmati hasil pembangunan.
Baca juga: Hari Keempat Pencarian KM Nurul Salsa: Manifes Bertambah Jadi 78 Orang, 25 Penumpang Masih Hilang
Lebih jauh, Prabowo menilai pembangunan ekonomi, hilirisasi, transformasi industri, hingga industrialisasi tidak boleh berhenti pada pencapaian angka investasi semata. Menurutnya, seluruh kebijakan ekonomi harus mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat karena pembangunan pada akhirnya ditujukan untuk memenuhi kepentingan rakyat.
Presiden juga memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan masyarakat lokal di sekitar kawasan proyek. Ia meminta perusahaan, BUMN, Danantara, maupun Pertamina membuka ruang lebih besar bagi tenaga kerja daerah dan pelaku usaha lokal, termasuk melalui pendampingan teknis bagi pelaku usaha yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas agar dapat berpartisipasi dalam rantai bisnis proyek tersebut.
Baca juga: Viral! Guru di Pelosok Sulteng Rela Masak untuk Murid, Anak-anak Terus Bertanya Kapan Dapat MBG
Di sisi lain, pemerintah menilai kolaborasi antara negara, investor, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan Blok Masela. Dengan pendekatan tersebut, proyek energi strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan di Indonesia Timur. (*)
Artikel Terkait
Polisi Pastikan Barang Bukti Rp476 Miliar dalam Kasus Febrie Adriansyah Asli, Berkas Diserahkan ke Kejaksaan
Viral! Guru di Pelosok Sulteng Rela Masak untuk Murid, Anak-anak Terus Bertanya Kapan Dapat MBG
Hari Keempat Pencarian KM Nurul Salsa: Manifes Bertambah Jadi 78 Orang, 25 Penumpang Masih Hilang
Komite Adat Kembali Datangi DPRD Sulsel, Desak Pansus Hak Angket Usut Dugaan Persoalan GMTD
Putra Sulung Hotman Paris Buka Suara usai Ayahnya Bela Febrie Adriansyah, Program Bantuan Hukum Gratis Ikut Disorot