SHANGHAI, METROSELEBES.COM-Perusahaan mainan asal Tiongkok, Pop Mart International Group Ltd (9992.HK), kembali mencetak rekor dengan melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 204,4% pada paruh pertama tahun ini. Lonjakan fantastis ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap produk andalannya, boneka “ugly-cute” Labubu, yang tengah digandrungi kolektor di berbagai negara. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (19/08/2025).
Baca Juga: Brasil Tolak Investigasi Dagang AS, Sengketa Mengarah ke WTO
Tak hanya mengandalkan pasar domestik, Pop Mart juga semakin agresif memperluas penetrasi ke pasar internasional. Perusahaan menegaskan bahwa pergeseran fokus ke pasar luar negeri dengan margin lebih tinggi menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong profitabilitas.
Boneka Labubu, dengan desain unik yang menggabungkan kesan lucu sekaligus aneh, berhasil menciptakan fenomena global dan memperkuat citra Pop Mart sebagai pionir tren koleksi mainan gaya hidup.
Baca Juga: China Kembali Impor Kanola dari Australia Setelah Empat Tahun Terhenti
Analis menilai bahwa kesuksesan Pop Mart mencerminkan dua hal: kekuatan budaya populer Tiongkok yang semakin diterima secara global serta meningkatnya minat konsumen terhadap produk koleksi dengan karakteristik berbeda dari mainan konvensional.
Dengan pencapaian ini, Pop Mart dipandang semakin solid dalam posisinya sebagai raksasa mainan koleksi dunia, sekaligus membuka peluang untuk ekspansi lebih luas di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat, Masuk Prioritas RAPBN 2026
RAPBN 2026 Prioritaskan Investasi dan Perdagangan Global, Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Pertahanan Semesta Jadi Agenda Strategis RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Anggaran Besar
Pelayanan Kesehatan Berkualitas Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Anggarkan Rp244 Triliun
Pendidikan Bermutu Jadi Prioritas Utama RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp757,8 Triliun
Merpati Putih Hiasi Momen Sakral, Hinggap di Topi Pasukan Saat Upacara HUT RI ke-80
Ramai Isu Kenaikan Gaji DPR, Puan Maharani Jelaskan Soal Kompensasi Uang Rumah
China Kembali Impor Kanola dari Australia Setelah Empat Tahun Terhenti
Meriahkan HUT RI Ke-80, Kapolda Sulteng Gelar Baksos Pertanian Dan Kesehatan Di Tamanjeka Poso
Brasil Tolak Investigasi Dagang AS, Sengketa Mengarah ke WTO