NEW YORK,METROSELEBES.COM-Sebuah keputusan penting dari Pengadilan Banding Amerika Serikat pada Jumat (29/8) mengguncang kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump. Dalam putusan 7-4, pengadilan menyatakan sebagian besar tarif yang diberlakukan Trump ilegal, sekaligus membuka babak baru dalam pertarungan hukum yang berpotensi mencapai Mahkamah Agung. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (29/08/2025).
Meski demikian, pengadilan mengizinkan tarif tetap berlaku hingga 14 Oktober mendatang, memberikan waktu bagi pemerintahan Trump untuk mengajukan banding.
Keputusan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan hukum atas upaya Trump mengendalikan kebijakan ekonomi, termasuk perselisihan mengenai independensi Federal Reserve yang juga diperkirakan akan berujung di Mahkamah Agung tahun ini.
Tarif Jadi Pilar Kebijakan Luar Negeri
Sejak awal masa jabatan keduanya, Trump menjadikan tarif sebagai instrumen utama kebijakan luar negeri AS, menggunakannya untuk menekan mitra dagang dan menegosiasikan ulang berbagai kesepakatan perdagangan. Kebijakan ini memberikan leverage ekonomi, tetapi juga memicu volatilitas di pasar keuangan.
Menanggapi keputusan pengadilan, Trump menyebut putusan tersebut sebagai hasil dari pengadilan yang “sangat partisan”. Melalui Truth Social, ia menulis, “Jika tarif ini dicabut, itu akan menjadi bencana total bagi negara.” Meski begitu, ia optimistis Mahkamah Agung akan membalikkan putusan tersebut.
Dasar Hukum Dipertanyakan
Artikel Terkait
Digitalisasi Koperasi Desa Didorong Jadi Gerakan Hybrid Inklusif untuk Rakyat
Sri Mulyani Tegaskan: Pajak Penentu Indonesia Maju, Bukan Sekadar Kewajiban
Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun Untuk Serap Gula Petani, Bapanas Ingatkan Soal Larangan Jual Di Bawah HAP
Mahfud MD Sindir Noel Ebenezer Yang Dulu Koar-Koar Koruptor Dihukum Mati, Kini Justru Tersandung Kasus
Penipuan Modus Kasihan di Parigi Moutong, Disebut Berulang Kali Lakukan Aksi
Kakek Tua Terlempar Saat Tebang Kelapa, Video Viral Hebohkan Warganet
DPR RI Berduka, Janji Kawal Keadilan Pasca Wafatnya Affan Kurniawan
AS Cabut Izin Samsung dan SK Hynix, Produksi Chip di China Terancam Terganggu
Trump Guncang Washington: Gelombang Pemecatan Pejabat Tinggi Picu Kekhawatiran Soal Batas Kekuasaan Presiden
Trump Dikeritik Atas Penggunaan Militer di Kota-Kota AS: Risiko Tinggi dan Kekhawatiran Internal Terungkap