TEL AVIV/DUBAI,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menciptakan “kesepakatan nyata” guna mengakhiri krisis nuklir dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan saat perang udara antara Israel dan Iran memasuki hari kelima tanpa tanda-tanda mereda.
Trump mengungkapkan rencananya untuk mengirim pejabat tinggi AS seperti Utusan Timur Tengah Steve Witkoff atau Wakil Presiden JD Vance ke Iran. “Saya mungkin akan mengirim mereka,” ujarnya di atas pesawat kepresidenan Air Force One usai menghadiri KTT G7 di Kanada. Komentarnya itu diunggah oleh seorang reporter CBS News melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter).
Namun, Trump meragukan bahwa Israel akan menghentikan serangannya dalam waktu dekat. “Anda akan melihat dalam dua hari ke depan. Tidak ada yang melambat sejauh ini,” ucapnya, menanggapi spekulasi tentang gencatan senjata yang disebut-sebut diprakarsai oleh Prancis.
Ketegangan Meningkat, Serangan Tambah Brutal. Israel memulai kampanye militernya dengan serangan udara besar-besaran yang menewaskan hampir seluruh jajaran komando militer tertinggi Iran dan sejumlah ilmuwan nuklir utamanya. Militer Israel mengklaim telah menguasai wilayah udara Iran dan berencana melanjutkan serangan dalam skala lebih luas.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengonfirmasi peluncuran gelombang baru rudal yang “lebih kuat” ke arah Israel. Sementara itu, seorang komandan senior militer Iran menyatakan bahwa serangan drone skala besar juga tengah diluncurkan.
Ledakan dan tembakan dari sistem pertahanan udara dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran dan kota Natanz—lokasi fasilitas pengayaan uranium strategis. Menurut media lokal, asap terlihat membubung tinggi di kawasan timur Teheran, dan serangan di Kashan menyebabkan tiga orang tewas serta empat lainnya luka-luka.
Baca Juga: Israel Diserang, Iran Ancam Keluar dari NPT, Dunia Waspada
Seruan Diplomasi di Tengah Perang. Meskipun situasi terus memburuk, Trump tetap bersikukuh bahwa jalan diplomasi masih terbuka. Ia mengatakan bahwa konflik dapat segera dihentikan jika Iran bersedia menyetujui pembatasan ketat atas program nuklirnya. “Sederhana saja: IRAN TIDAK BOLEH MEMILIKI SENJATA NUKLIR. Saya sudah katakan itu berulang kali! Semua orang harus segera mengungsi dari Teheran!” tulis Trump lewat akun Truth Social miliknya.
Artikel Terkait
Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah
Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru
Trump Setujui Akuisisi US Steel, Saham Nippon Steel Melonjak dan Cetak Rencana Investasi Jumbo
Ketegangan Timur Tengah dan Pertemuan The Fed Bayangi Pasar, S&P 500 Futures Menguat Tipis
PM Australia Desak Komitmen AUKUS dan Stabilitas Indo-Pasifik di Hadapan Trump
Putin dan Erdogan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera
Di Tengah Ketegangan dengan Israel, Iran Siapkan RUU Tinggalkan Perjanjian Nuklir
Israel Diserang, Iran Ancam Keluar dari NPT, Dunia Waspada
Iran Desak Negara Teluk Jadi Penengah Gencatan Senjata dengan Israel, Siap Lunakkan Sikap di Meja Nuklir