Trump Siap Kirim Utusan Damai, Tapi Perang Udara Israel-Iran Kian Membara

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 17 Juni 2025 | 17:45 WIB
Asap mengepul dari kebakaran setelah serangan rudal dari Iran, di Herzliya, Israel, 17 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Asap mengepul dari kebakaran setelah serangan rudal dari Iran, di Herzliya, Israel, 17 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

TEL AVIV/DUBAI,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menciptakan “kesepakatan nyata” guna mengakhiri krisis nuklir dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan saat perang udara antara Israel dan Iran memasuki hari kelima tanpa tanda-tanda mereda.

 

Trump mengungkapkan rencananya untuk mengirim pejabat tinggi AS seperti Utusan Timur Tengah Steve Witkoff atau Wakil Presiden JD Vance ke Iran. “Saya mungkin akan mengirim mereka,” ujarnya di atas pesawat kepresidenan Air Force One usai menghadiri KTT G7 di Kanada. Komentarnya itu diunggah oleh seorang reporter CBS News melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter).

Baca Juga: Iran Desak Negara Teluk Jadi Penengah Gencatan Senjata dengan Israel, Siap Lunakkan Sikap di Meja Nuklir

Namun, Trump meragukan bahwa Israel akan menghentikan serangannya dalam waktu dekat. “Anda akan melihat dalam dua hari ke depan. Tidak ada yang melambat sejauh ini,” ucapnya, menanggapi spekulasi tentang gencatan senjata yang disebut-sebut diprakarsai oleh Prancis.

 

Ketegangan Meningkat, Serangan Tambah Brutal. Israel memulai kampanye militernya dengan serangan udara besar-besaran yang menewaskan hampir seluruh jajaran komando militer tertinggi Iran dan sejumlah ilmuwan nuklir utamanya. Militer Israel mengklaim telah menguasai wilayah udara Iran dan berencana melanjutkan serangan dalam skala lebih luas.

 

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengonfirmasi peluncuran gelombang baru rudal yang “lebih kuat” ke arah Israel. Sementara itu, seorang komandan senior militer Iran menyatakan bahwa serangan drone skala besar juga tengah diluncurkan.

 

Ledakan dan tembakan dari sistem pertahanan udara dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran dan kota Natanz—lokasi fasilitas pengayaan uranium strategis. Menurut media lokal, asap terlihat membubung tinggi di kawasan timur Teheran, dan serangan di Kashan menyebabkan tiga orang tewas serta empat lainnya luka-luka.

Baca Juga: Israel Diserang, Iran Ancam Keluar dari NPT, Dunia Waspada

Seruan Diplomasi di Tengah Perang. Meskipun situasi terus memburuk, Trump tetap bersikukuh bahwa jalan diplomasi masih terbuka. Ia mengatakan bahwa konflik dapat segera dihentikan jika Iran bersedia menyetujui pembatasan ketat atas program nuklirnya. “Sederhana saja: IRAN TIDAK BOLEH MEMILIKI SENJATA NUKLIR. Saya sudah katakan itu berulang kali! Semua orang harus segera mengungsi dari Teheran!” tulis Trump lewat akun Truth Social miliknya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X