MOSKOW/KYIV,METROSELEBES.COM- Ketegangan di medan perang Ukraina kembali memanas setelah Rusia melancarkan serangan udara terhadap kilang minyak Kremenchuk yang terletak di wilayah Poltava, Ukraina tengah. Kilang tersebut disebut sebagai salah satu pemasok utama bahan bakar bagi pasukan Ukraina yang beroperasi di wilayah timur Donbas. Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu, (15/06/2025).
Baca Juga: Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah
Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya pada Minggu menyebutkan bahwa serangan dilakukan pada malam hari dengan meluncurkan rudal dari laut dan udara, serta melibatkan drone serang. Mereka mengklaim serangan itu berhasil menghantam target dengan presisi tinggi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai serangan keji terhadap infrastruktur vital negara. Dalam pidato malamnya, ia menyatakan, "Sayangnya, infrastruktur energi kami mengalami kerusakan. Ini adalah bentuk penghinaan Rusia terhadap seluruh upaya komunitas internasional yang berusaha menghentikan perang ini."
Baca Juga: Amazon Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Data Center dan AI di Australia
Zelenskiy juga menyoroti bahwa serangan itu terjadi setelah Amerika Serikat meminta Ukraina untuk tidak menyerang fasilitas energi Rusia, seolah menunjukkan sikap tak acuh Moskow terhadap seruan global untuk meredakan konflik.
Sementara itu, di medan tempur, Rusia mengklaim telah menguasai desa Malynivka di wilayah Donetsk—yang oleh Rusia disebut sebagai Ulyanovka. Wilayah Donetsk merupakan bagian dari kawasan Donbas yang selama ini menjadi pusat perebutan antara kedua pihak. Rusia saat ini mengendalikan sebagian besar wilayah Donetsk dan Luhansk, dan terus berupaya memperluas kontrolnya.
Baca Juga: Taiwan Tambah Huawei dan SMIC ke Daftar Kontrol Ekspor, Setara dengan Taliban dan al Qaeda
Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan kemajuan signifikan di wilayah Sumy, Ukraina utara, dengan mengklaim telah menembus jauh ke dalam pertahanan musuh dan menimbulkan kerugian besar pada unit militer Ukraina di sana. Meskipun Sumy belum secara resmi diklaim sebagai bagian dari wilayah Rusia, Moskow menyebut daerah tersebut sebagai calon "zona penyangga" untuk melindungi perbatasannya.
Namun, Ukraina tidak tinggal diam. Presiden Zelenskiy pada hari Sabtu mengatakan bahwa pasukannya berhasil merebut kembali desa Andriivka di wilayah timur laut Sumy, sebagai bagian dari strategi untuk mengusir pasukan Rusia dari wilayah tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa Rusia telah menumpuk sekitar 53.000 pasukan di sekitar kawasan itu.
Baca Juga: Tiongkok Gelar Patroli Militer di Laut Cina Selatan, Peringatkan Filipina Soal Risiko Keamanan
Artikel Terkait
Susu Bangun Bangsa: Ribuan Warga Jakarta Minum Susu di CFD untuk Generasi Emas
Tiongkok Gelar Patroli Militer di Laut Cina Selatan, Peringatkan Filipina Soal Risiko Keamanan
Taiwan Tambah Huawei dan SMIC ke Daftar Kontrol Ekspor, Setara dengan Taliban dan al Qaeda
Polemik Empat Pulau: Batas Wilayah Menguji Ketegasan Negara
Amazon Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Data Center dan AI di Australia
Meta Blokir Ribuan Konten Judol, Puan: Kolaborasi Digital Kunci Bersihkan Dunia Maya
Luka Kecil Bisa Jadi Jalan Masuk HIV, Ini Bahayanya yang Sering Diabaikan
Presiden Prabowo Ambil Alih Sengketa 4 Pulau Antara Aceh dan Sumut, Keputusan Akan Diambil Pekan Depan
Yusril Beberkan Alasan Hambali Tak Diizinkan Kembali ke Indonesia Usai Bebas dari Penjara Guantanamo
Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah