TEL AVIV/DUBAI/WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Ketegangan memuncak di Timur Tengah setelah rudal-rudal Iran menghantam sejumlah kota besar di Israel pada Senin dini hari, termasuk Tel Aviv dan pelabuhan Haifa. Serangan ini terjadi di tengah pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa negaranya berada di jalur yang tepat untuk menghilangkan ancaman nuklir dan rudal dari Iran. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (16/06/2025).
Baca Juga: Di Tengah Ketegangan dengan Israel, Iran Siapkan RUU Tinggalkan Perjanjian Nuklir
"Kami sedang menuju dua tujuan utama: menghapus ancaman nuklir dan menghapus ancaman rudal," ujar Netanyahu saat mengunjungi pasukan di Pangkalan Udara Tel Nof.
Serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya delapan warga sipil Israel dan melukai lebih dari 100 orang. Otoritas Israel melaporkan bahwa tujuh rudal mendarat di wilayah Israel selama malam. Serangan juga menyebabkan kebakaran besar di sebuah pembangkit listrik di dekat pelabuhan Haifa.
Video amatir menunjukkan beberapa rudal melintasi langit Tel Aviv, diiringi ledakan besar yang mengguncang gedung-gedung pemukiman di dekat kantor cabang Kedutaan Besar Amerika Serikat. Beberapa hotel dan apartemen di kawasan padat tersebut mengalami kerusakan parah.
Iran Ancam Keluar dari NPT. Di tengah konflik yang telah berlangsung selama empat hari, Iran mengumumkan bahwa parlemen sedang menyiapkan rancangan undang-undang untuk keluar dari Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT). Meski demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa kebijakan itu masih dalam tahap awal dan Iran tetap menolak pengembangan senjata pemusnah massal.
Baca Juga: Putin dan Erdogan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera
Langkah ini memicu kekhawatiran lebih lanjut dari negara-negara Barat yang sejak lama mencurigai Iran berupaya membuat senjata nuklir—klaim yang dibantah Teheran. Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa Iran telah melanggar kewajibannya dalam kerangka NPT.
Israel Intensifkan Serangan, Iran Tangkap "Mata-Mata". Militer Israel terus menggempur sasaran strategis di Iran sejak Jumat, menargetkan fasilitas nuklir dan program rudal balistik. Pada Senin, militer Israel mengklaim telah membunuh empat pejabat senior intelijen, termasuk kepala unit intelijen Garda Revolusi Iran.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Ambil Alih Sengketa 4 Pulau Antara Aceh dan Sumut, Keputusan Akan Diambil Pekan Depan
Yusril Beberkan Alasan Hambali Tak Diizinkan Kembali ke Indonesia Usai Bebas dari Penjara Guantanamo
Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah
Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru
Trump Setujui Akuisisi US Steel, Saham Nippon Steel Melonjak dan Cetak Rencana Investasi Jumbo
Ketegangan Timur Tengah dan Pertemuan The Fed Bayangi Pasar, S&P 500 Futures Menguat Tipis
PM Australia Desak Komitmen AUKUS dan Stabilitas Indo-Pasifik di Hadapan Trump
Putin dan Erdogan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera
Di Tengah Ketegangan dengan Israel, Iran Siapkan RUU Tinggalkan Perjanjian Nuklir