Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 16 Juni 2025 | 06:02 WIB
Logo Airbus terlihat sebelum pembukaan Paris Airshow Internasional ke-55 di Bandara Le Bourget dekat Paris, Prancis, pada 13 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Logo Airbus terlihat sebelum pembukaan Paris Airshow Internasional ke-55 di Bandara Le Bourget dekat Paris, Prancis, pada 13 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

PARIS,METROSELEBES.COM-Paris Airshow 2025 resmi dibuka hari ini di Bandara Le Bourget, Prancis, dengan atmosfer yang lebih muram dibanding biasanya. Pameran kedirgantaraan bergengsi dua tahunan ini biasanya dipenuhi kemeriahan pengumuman pesanan pesawat dan unjuk kekuatan teknologi. Namun tahun ini, sorotan tertuju pada tragedi penerbangan di India dan konflik bersenjata yang kembali memanas antara Israel dan Iran. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin, (16/06/2025).

Baca Juga: Amazon Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Data Center dan AI di Australia

Pekan lalu, dunia penerbangan terguncang oleh kecelakaan pesawat terburuk dalam sejarah India. Sebuah Boeing 787 milik Air India jatuh tak lama setelah lepas landas, menewaskan lebih dari 240 orang. Insiden tersebut terjadi hanya sehari sebelum eskalasi konflik militer antara Israel dan Iran, yang memicu pembatalan dan pengalihan ribuan penerbangan di kawasan Timur Tengah.

 

Pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa sejumlah kegiatan publik dalam pameran tahun ini, yang berlangsung 16 hingga 20 Juni, akan dikurangi sebagai bentuk penghormatan. Di balik paviliun putih di sepanjang area lepas landas, para eksekutif industri, pejabat pemerintah, dan delegasi militer tetap berkumpul untuk membahas prospek masa depan industri penerbangan global yang tengah diuji.

Baca Juga: Taiwan Tambah Huawei dan SMIC ke Daftar Kontrol Ekspor, Setara dengan Taliban dan al Qaeda

Industri Diterpa Ketidakpastian Global. Selain tragedi dan konflik, sektor kedirgantaraan juga dihadapkan pada ketidakpastian akibat kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump. Kebijakan perdagangan periode keduanya telah menekan rantai pasok global, meningkatkan biaya produksi, dan merusak kerja sama internasional. Masa tenggang untuk tarif tambahan dijuluki "Hari Pembebasan" akan berakhir pada 8 Juli mendatang.

 

Boeing, pabrikan asal Amerika Serikat, memilih untuk merendah dalam gelaran tahun ini. CEO Kelly Ortberg dan Kepala Divisi Pesawat Komersial Stephanie Pope membatalkan kehadiran mereka, sementara perusahaan fokus membantu investigasi kecelakaan di India. Meskipun demikian, spanduk promosi Boeing tetap terlihat mencolok di area pameran, dan satu unit Boeing 787 milik Riyadh Air dipamerkan di landasan.

Baca Juga: Yusril Beberkan Alasan Hambali Tak Diizinkan Kembali ke Indonesia Usai Bebas dari Penjara Guantanamo

Airbus Siap Umumkan Kesepakatan Besar dengan Polandia. Di tengah suasana duka dan kehati-hatian, kesepakatan-kesepakatan penting tetap akan diumumkan. Airbus diperkirakan akan meraih kemenangan besar lewat penjualan sekitar 47 unit A220 ke maskapai nasional Polandia, LOT. Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan hubungan antara Polandia dan Prancis, negara asal Airbus.

 

Tak hanya itu, Airbus juga diunggulkan dalam persaingan dengan Embraer untuk memenangi tender pesanan puluhan A220 dari AirAsia. Tawaran Airbus termasuk konfigurasi kabin 160 kursi yang lebih padat dan versi pesawat yang diperpanjang dengan mesin Pratt & Whitney yang sudah ada.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X