Korban Jiwa Terus Bertambah. Iran melaporkan sedikitnya 224 korban jiwa—mayoritas warga sipil—sementara Israel mencatat 24 warga sipil tewas dan sekitar 3.000 orang mengungsi akibat kerusakan dari serangan Iran. Anggota parlemen Iran dari Khorramabad, Reza Sepahvand, menyebut sebagian besar insiden di wilayah barat Iran disebabkan oleh “penyusup” ketimbang aksi langsung Israel, dengan 21 korban tewas di Provinsi Lorestan.
Baca Juga: Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
Meski Presiden Trump mengisyaratkan peluang diplomatik, kenyataannya medan tempur masih panas. Ketegangan antara dua kekuatan utama Timur Tengah ini tidak hanya mengancam kawasan, tetapi juga berdampak luas pada stabilitas global. Dunia kini menanti, apakah langkah diplomasi akan cukup kuat untuk menghentikan gelombang kekerasan yang kian tak terkendali.
Artikel Terkait
Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah
Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru
Trump Setujui Akuisisi US Steel, Saham Nippon Steel Melonjak dan Cetak Rencana Investasi Jumbo
Ketegangan Timur Tengah dan Pertemuan The Fed Bayangi Pasar, S&P 500 Futures Menguat Tipis
PM Australia Desak Komitmen AUKUS dan Stabilitas Indo-Pasifik di Hadapan Trump
Putin dan Erdogan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera
Di Tengah Ketegangan dengan Israel, Iran Siapkan RUU Tinggalkan Perjanjian Nuklir
Israel Diserang, Iran Ancam Keluar dari NPT, Dunia Waspada
Iran Desak Negara Teluk Jadi Penengah Gencatan Senjata dengan Israel, Siap Lunakkan Sikap di Meja Nuklir