Trump Siap Kirim Utusan Damai, Tapi Perang Udara Israel-Iran Kian Membara

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 17 Juni 2025 | 17:45 WIB
Asap mengepul dari kebakaran setelah serangan rudal dari Iran, di Herzliya, Israel, 17 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Asap mengepul dari kebakaran setelah serangan rudal dari Iran, di Herzliya, Israel, 17 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

Washington pun menegaskan bahwa target utama mereka tetap pada tercapainya kesepakatan nuklir baru, walau perang tengah berlangsung.

 

Menurut sejumlah sumber, Iran telah meminta Oman, Qatar, dan Arab Saudi untuk mendesak Trump agar mendorong Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima gencatan senjata segera. Sebagai imbalannya, Teheran bersedia menunjukkan fleksibilitas dalam negosiasi nuklir.

 

Kecaman Internasional & Risiko Global. Di tengah konflik, para pemimpin dunia dalam KTT G7 mendesak penghentian kekerasan. Mereka menilai Iran sebagai sumber ketidakstabilan kawasan dan menegaskan bahwa negara itu tidak boleh memiliki senjata nuklir, sambil tetap mengakui hak Israel untuk membela diri.

Baca Juga: Di Tengah Ketegangan dengan Israel, Iran Siapkan RUU Tinggalkan Perjanjian Nuklir

Iran, yang menjadi pihak dalam Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), tetap menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai. Sementara itu, Israel yang tidak tergabung dalam NPT diyakini sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir—meski tak pernah mengonfirmasi maupun membantah.

 

Rafael Grossi, Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan kepada BBC bahwa fasilitas nuklir Natanz mengalami kerusakan parah akibat serangan Israel, dengan sekitar 15.000 sentrifugal kemungkinan hancur. Namun fasilitas di Fordow masih relatif utuh.

 

Dampak Luas: Minyak, Navigasi & Evakuasi Warga Asing.Konflik ini mengancam stabilitas pasar energi global. Sekitar 20% konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz, yang kini menjadi titik rawan. Pada Selasa pagi, terjadi insiden tabrakan dua kapal di dekat selat tersebut. Meski tak terkait keamanan, insiden ini memicu kekhawatiran tambahan. Penjaga pantai UEA menyelamatkan 24 orang dari tanker minyak ADALYNN.

Baca Juga: PM Australia Desak Komitmen AUKUS dan Stabilitas Indo-Pasifik di Hadapan Trump

Sumber-sumber maritim menyebutkan bahwa gangguan elektronik terhadap sistem navigasi kapal dagang meningkat drastis di wilayah tersebut, mempersulit pelayaran di sekitar Teluk dan Hormuz.

 

Sementara itu, karena alasan keamanan dan penutupan wilayah udara Israel, Kedutaan Besar Tiongkok di Israel menyerukan seluruh warganya agar segera meninggalkan negara itu melalui perbatasan darat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X