TOKYO,METROSELEBES.COM-Saham Nippon Steel melonjak 3% pada perdagangan Senin pagi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menyetujui akuisisi senilai $14,9 miliar terhadap U.S. Steel, menandai tonggak penting dalam perjalanan panjang perusahaan Jepang itu untuk memperluas pangsa pasarnya di Amerika Serikat. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (16/06/2025).
Baca Juga: Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru
Keputusan Trump disahkan melalui penandatanganan perintah eksekutif pada Jumat lalu, yang membuka jalan bagi penggabungan dua raksasa industri baja tersebut. Persetujuan ini diberikan setelah melalui proses rumit yang melibatkan penolakan dari serikat pekerja serta dua tinjauan keamanan nasional. Kesepakatan antara Nippon Steel dan Departemen Keuangan AS terkait isu keamanan nasional juga telah diteken, memperkuat legitimasi merger tersebut.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Nippon Steel berkomitmen menanamkan investasi baru senilai $11 miliar hingga tahun 2028, serta menjaga tata kelola, produksi, dan prinsip perdagangan yang telah disepakati. Perusahaan Jepang ini juga akan mengakuisisi 100% saham biasa U.S. Steel, menjadikan akuisisi ini sebagai bagian integral dari strategi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang mereka.
Baca Juga: Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
“Investor menyambut baik hilangnya ketidakpastian yang menyelimuti kesepakatan ini,” ujar Shinichiro Ozaki, analis senior di Daiwa Securities. “Secara umum, besaran dan rentang waktu investasi tampak cukup masuk akal.”
Dengan rampungnya kesepakatan ini, kapasitas produksi tahunan Nippon Steel diperkirakan melonjak dari 63 juta menjadi 86 juta metrik ton. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai produsen baja terbesar keempat di dunia.
Masayuki Kubota, kepala strategi di Rakuten Securities, menambahkan bahwa lonjakan saham juga dipicu oleh optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang di pasar AS. “Permintaan baja di Amerika Serikat diprediksi terus meningkat, dan akses istimewa Nippon Steel ke pasar tersebut menjadi kunci,” ujarnya.
Baca Juga: Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah
Meski demikian, kekhawatiran masih menghantui sebagian investor terkait tekanan keuangan jangka pendek akibat besarnya nilai investasi. Selain itu, adanya kepemilikan ‘golden share’ oleh pemerintah AS dalam perusahaan gabungan juga memicu pertanyaan tentang sejauh mana kontrol yang akan diberikan.
Artikel Terkait
Taiwan Tambah Huawei dan SMIC ke Daftar Kontrol Ekspor, Setara dengan Taliban dan al Qaeda
Polemik Empat Pulau: Batas Wilayah Menguji Ketegasan Negara
Amazon Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Data Center dan AI di Australia
Meta Blokir Ribuan Konten Judol, Puan: Kolaborasi Digital Kunci Bersihkan Dunia Maya
Luka Kecil Bisa Jadi Jalan Masuk HIV, Ini Bahayanya yang Sering Diabaikan
Presiden Prabowo Ambil Alih Sengketa 4 Pulau Antara Aceh dan Sumut, Keputusan Akan Diambil Pekan Depan
Yusril Beberkan Alasan Hambali Tak Diizinkan Kembali ke Indonesia Usai Bebas dari Penjara Guantanamo
Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah
Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru