Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 16 Juni 2025 | 08:27 WIB
Logo produsen mobil Nissan dan Renault terlihat di depan dealer perusahaan tersebut di Reims, Prancis, pada 30 Januari 2023. Source FOTO: REUTERS
Logo produsen mobil Nissan dan Renault terlihat di depan dealer perusahaan tersebut di Reims, Prancis, pada 30 Januari 2023. Source FOTO: REUTERS

TOKYO,METROSELEBES.COM-Nissan Motor Co. dikabarkan akan mengurangi kepemilikan sahamnya di perusahaan otomotif Prancis, Renault, sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks. Hal ini diungkapkan oleh CEO Nissan, Ivan Espinosa, dalam wawancaranya dengan harian bisnis Jepang, Nikkei. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (16/06/2025).

Baca Juga: Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi

Dalam laporan tersebut, Espinosa menyebutkan bahwa Nissan berencana melepas seluruh kepemilikan sahamnya yang sebesar 5% di Renault. Langkah ini diperkirakan akan menghasilkan dana sekitar 100 miliar yen atau setara dengan 640 juta dolar AS berdasarkan harga saham saat ini.

 

Dana hasil penjualan saham tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan kendaraan baru, termasuk investasi dalam teknologi kendaraan listrik dan peningkatan efisiensi produksi. “Kami menghadapi kondisi bisnis yang penuh tantangan, dan penting bagi Nissan untuk memprioritaskan inovasi produk demi mempertahankan daya saing,” ujar Espinosa.

Baca Juga: Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah

Kabar ini menjadi babak baru dalam hubungan panjang antara Nissan dan Renault, yang selama dua dekade terakhir terikat dalam aliansi strategis global bersama Mitsubishi. Meski pernah diwarnai ketegangan, ketiga perusahaan tetap mempertahankan kemitraan yang fokus pada kolaborasi teknologi dan berbagi platform kendaraan.

 

Belum ada pernyataan resmi dari Renault terkait rencana Nissan ini, namun pengamat industri menilai bahwa langkah tersebut mencerminkan perubahan dinamika dalam aliansi serta penyesuaian strategi jangka panjang dari masing-masing perusahaan.

Baca Juga: Amazon Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Data Center dan AI di Australia

Dengan terus berkembangnya pasar mobil listrik dan tekanan terhadap produsen mobil konvensional, keputusan Nissan ini bisa menjadi bagian dari restrukturisasi besar untuk tetap relevan di tengah transformasi industri otomotif global.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X