Baca Juga: Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru
Garda Revolusi Iran mengklaim bahwa mereka telah menggunakan metode baru dalam serangan tersebut, yang menyebabkan sistem pertahanan berlapis Israel justru saling menargetkan, sehingga memungkinkan lebih banyak rudal Iran lolos dan menghantam target.
Israel: Warga Tehran Akan Membayar. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menuduh pemimpin Iran sebagai "diktator pengecut" yang menyerang warga sipil. Dalam pernyataan kerasnya, ia memperingatkan: "Warga Tehran akan membayar harganya, dan segera." Namun, dalam pernyataan lanjutan, Katz menegaskan bahwa Israel tidak bermaksud sengaja menyasar warga sipil di ibu kota Iran.
Baca Juga: Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
Ketegangan antara dua musuh bebuyutan ini kini memasuki fase paling kritis, dengan dunia menahan napas akan kemungkinan eskalasi lebih lanjut di kawasan yang telah lama dilanda konflik.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Ambil Alih Sengketa 4 Pulau Antara Aceh dan Sumut, Keputusan Akan Diambil Pekan Depan
Yusril Beberkan Alasan Hambali Tak Diizinkan Kembali ke Indonesia Usai Bebas dari Penjara Guantanamo
Paris Airshow 2025 Dibuka di Tengah Duka Kecelakaan di India dan Ketegangan Timur Tengah
Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru
Trump Setujui Akuisisi US Steel, Saham Nippon Steel Melonjak dan Cetak Rencana Investasi Jumbo
Ketegangan Timur Tengah dan Pertemuan The Fed Bayangi Pasar, S&P 500 Futures Menguat Tipis
PM Australia Desak Komitmen AUKUS dan Stabilitas Indo-Pasifik di Hadapan Trump
Putin dan Erdogan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera
Di Tengah Ketegangan dengan Israel, Iran Siapkan RUU Tinggalkan Perjanjian Nuklir