Serangan balik dari kelompok perlawanan, seperti Al-Qassam, kerap menyasar kendaraan tempur dan pos-pos militer Israel sebagai bagian dari upaya mempertahankan wilayah.
Dukungan dan Kecaman Internasional
Banyak negara, termasuk di kawasan Arab dan Asia, terus mendesak gencatan senjata segera dan membuka akses bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: Launching Kopdes Merah Putih Diundur Demi Arahan Presiden, Target 80 Persen Desa Aktif Oktober
Namun, hingga saat ini pertempuran masih berlangsung dengan intensitas tinggi.
Artikel lainnya dari Al Jazeera dan media Timur Tengah mengungkap bahwa dalam beberapa hari terakhir, Hamas dan Jihad Islam Palestina meningkatkan frekuensi serangan rudal anti-tank dan ranjau darat terhadap pasukan Israel yang mencoba masuk ke wilayah Gaza dari berbagai arah.
Serangan Al-Qassam terhadap tank dan pasukan Israel di Beit Lahia menjadi simbol perlawanan yang terus membara di tengah penderitaan rakyat Gaza.
Baca Juga: MPLS Sekolah Rakyat Dimulai Serentak, SRMP 22 Sigi Jadi yang Pertama di Sulawesi Tengah
Di balik berita ini, dunia kembali dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa gencatan senjata belum juga tercapai.***
Artikel Terkait
Trump Ingin Bangun ‘Riviera of the Middle East’, Netanyahu Usul Relokasi Warga Gaza ke Negara Tetangga
MP Materials Gandeng Pemerintah AS dalam Kesepakatan Miliaran Dolar untuk Lawan Dominasi China di Pasar Logam Tanah Jarang
Google Bayar $2,4 Miliar untuk Teknologi AI Windsurf, Rekrut CEO dan Tim R&D
AS Desak Jepang dan Australia Tegaskan Sikap dalam Potensi Konflik Taiwan-China
50 Bom Menggetarkan Malam Gaza: Ketika Dunia Terlelap, Langit Palestina Memerah
Serangan Mendadak di Khan Younis: Saraya Al-Quds Klaim Hantam Tentara dan Kendaraan Israel
Trump Murka, Ini Daftar Lengkap 11 Negara Anggota Tetap BRICS yang Kini Dituding Jadi Ancaman Ekonomi AS
Rusia dan Tiongkok Bahas Perang Ukraina dan Hubungan dengan AS di Tengah Ketegangan Global
PM Australia Albanese Serukan Kerja Sama dengan China Atasi Kelebihan Kapasitas Baja Global
Serangan Balik Gaza Tewaskan Tentara Israel, 3 Lainnya Luka Parah