50 Bom Menggetarkan Malam Gaza: Ketika Dunia Terlelap, Langit Palestina Memerah

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Minggu, 13 Juli 2025 | 05:37 WIB
Pada 13 Juli 2025, tepat tengah malam, serangan udara besar-besaran kembali dilancarkan oleh militer Zionis Israel ke wilayah Gaza. Serangan kali ini disebut sebagai yang terbesar dalam 21 bulan terakhir. (Screnshoot instagram mhuseingazaofficial)
Pada 13 Juli 2025, tepat tengah malam, serangan udara besar-besaran kembali dilancarkan oleh militer Zionis Israel ke wilayah Gaza. Serangan kali ini disebut sebagai yang terbesar dalam 21 bulan terakhir. (Screnshoot instagram mhuseingazaofficial)

 

GAZA, METROSELEBES.COM - Ketika banyak pihak menaruh harapan pada pernyataan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu soal gencatan senjata, suasana Gaza sempat menyiratkan secercah harapan untuk bernapas lebih lega.

Namun harapan itu kandas, berubah menjadi dentuman dan jerit malam yang memilukan. Kata "gencatan" hanya tinggal janji, sementara langit Gaza kembali disulut amarah besi dan api.

Pada 13 Juli 2025, tepat tengah malam, serangan udara besar-besaran kembali dilancarkan oleh militer Zionis Israel ke wilayah Gaza. Serangan kali ini disebut sebagai yang terbesar dalam 21 bulan terakhir.

Baca Juga: AS Desak Jepang dan Australia Tegaskan Sikap dalam Potensi Konflik Taiwan-China

Sebanyak 50 bom berdaya ledak tinggi dijatuhkan serentak, menghantam permukiman warga di Kota Bait Hanun, yang berada di Jalur Gaza Utara.

Kawasan yang sebelumnya sudah luluh lantak itu kini nyaris tidak bersisa. Ledakan demi ledakan tidak hanya memekakkan telinga warga, tetapi juga menerbangkan tubuh-tubuh tak berdosa ke udara, berserakan di jalanan yang hancur dan berdarah.

“Ledakan-ledakan itu bukan hanya merobek langit, tetapi juga nurani dunia,” tulis akun Instagram @mhuseingazaofficial yang menerima pesan dari gaza dan mengabarkan langsung dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Google Bayar ,4 Miliar untuk Teknologi AI Windsurf, Rekrut CEO dan Tim R&D

Serangan ini datang di tengah keheningan global yang semakin sunyi terhadap penderitaan rakyat Palestina. Dunia yang sejak awal sudah lesu menyimak konflik Gaza, kini seperti benar-benar kehilangan gema.

Padahal menurut data dari lembaga HAM internasional, serangan-serangan Israel sejak awal 2024 telah menewaskan lebih dari 1.700 warga sipil Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan.

Yang mengiris hati, masih banyak masyarakat internasional yang terlelap — baik karena ketidaktahuan maupun pilihan untuk menutup mata.

Baca Juga: Google Bayar ,4 Miliar untuk Teknologi AI Windsurf, Rekrut CEO dan Tim R&D

“Ledakan itu memang membunuh banyak nyawa. Namun sayangnya, ia masih belum cukup keras untuk membangunkan kita,” ujar pernyataan reflektif dari pengunggah yang aktif menyuarakan isu Palestina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X