PM Australia Albanese Serukan Kerja Sama dengan China Atasi Kelebihan Kapasitas Baja Global

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 14 Juli 2025 | 09:38 WIB
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, berbicara kepada media setelah tiba di Bandara Internasional Pudong Shanghai, di Shanghai, Tiongkok, pada 12 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, berbicara kepada media setelah tiba di Bandara Internasional Pudong Shanghai, di Shanghai, Tiongkok, pada 12 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS

SHANGHAI,METROSELEBES.COM-Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyerukan kerja sama erat dengan China untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas baja global yang semakin mengkhawatirkan. Hal ini disampaikannya saat membuka pertemuan dengan para pemimpin bisnis dari kedua negara di Shanghai, Senin (14/07/2025).

Baca Juga: Rusia dan Tiongkok Bahas Perang Ukraina dan Hubungan dengan AS di Tengah Ketegangan Global

"Ketika kedua negara bekerja sama untuk mendorong dekarbonisasi, kita juga harus bersatu dalam menghadapi tantangan kelebihan kapasitas baja secara global," ujar Albanese dalam sambutan pembukaannya. "Menjamin sektor baja global yang berkelanjutan dan berbasis pasar adalah kepentingan bersama bagi Australia dan China."

 

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap ekspor baja China yang terus melonjak. Banyak negara menilai banjir baja murah dari China telah merugikan produsen lokal mereka, terutama di saat permintaan domestik Negeri Tirai Bambu itu sendiri sedang melemah.

Baca Juga: Kunjungi Huntap Tondo, Wali Kota Iwanuma dan Wakil Wali Kota Palu Serahkan Hadiah Tamaura Tournament

Kunjungan Albanese ke Shanghai merupakan bagian dari lawatan resminya ke tiga kota besar di China. Selain mempererat hubungan ekonomi, kunjungan ini juga akan diwarnai dengan pembahasan isu-isu strategis kawasan.

 

Setelah Shanghai, Albanese dijadwalkan melanjutkan perjalanannya ke Beijing untuk mengikuti dialog tahunan tingkat tinggi bersama Perdana Menteri China, Li Qiang, serta menghadiri forum meja bundar bersama sejumlah perusahaan. Selanjutnya, ia akan bertolak ke Chengdu, kota besar di bagian barat daya China, untuk melanjutkan agenda diplomatiknya.

Baca Juga: Pertanyakan Waktu KKN dan Wisuda, Dokter Tifa Kembali Soroti Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Kunjungan ini menandai upaya terbaru Australia untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonominya dengan China dan komitmennya terhadap stabilitas regional di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X