SIGI, METROSELEBES.COM – Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat secara serentak di 63 dari 100 titik di seluruh Indonesia, Senin (14/7/2025).
Pembukaan nasional dipusatkan di SRMP 10 Kabupaten Bogor, Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS), Cibinong, Jawa Barat dan disiarkan secara daring ke seluruh sekolah rakyat lainnya.
Di Sulawesi Tengah, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi menjadi yang pertama melaksanakan MPLS.
Baca Juga: Akses Digital Merata: Meutya Hafid Pastikan Sekolah Rakyat Yogyakarta Terkoneksi Internet
Berlokasi di lingkungan Sentra Nipotowe Palu, sekolah ini merupakan bagian dari Tahap I pendirian Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sebagaimana tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekolah Rakyat adalah program prioritas nasional yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto sebagai strategi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan inklusif.
Program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mengakses pendidikan berkualitas secara gratis dan berasrama.
Baca Juga: Juli 2025, Sekolah Rakyat Baru Siap Sambut Siswa: Renovasi Nasional Capai 83%
"Presiden percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama. Sekolah Rakyat menjadi wadah untuk memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal," ujar Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dalam sambutannya.
Mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, Sekolah Rakyat dibangun dengan konsep asrama penuh. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, laboratorium, asrama layak bagi siswa dan guru, hingga dukungan teknologi pembelajaran digital.
Penyelenggaraan program ini dikoordinasikan oleh satuan tugas lintas kementerian, dengan Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab utama.
Gus Ipul menegaskan bahwa penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak melalui seleksi akademik. "Yang diterima adalah anak-anak dari kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Baca Juga: Misi Sekolah Rakyat Permanen: KSP Kawal Transformasi Pendidikan Prabowo
Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk DNA test dan pemetaan potensi berbasis kecerdasan buatan (AI)," terangnya.
Artikel Terkait
Sulawesi Tengah Menuju Simpul Konektivitas Nasional: 1.000 Km Jalan Baru Dorong Ekonomi dan Wisata
Gubernur Anwar Hafid: Integritas ASN Adalah Fondasi Utama Cegah Korupsi
Wali Kota Palu Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Donggala Lewat Program Palu Peduli
DPRD Sulteng Tetapkan Tujuh Nama Terpilih Anggota KPID Sulteng Periode 2025–2028, Ini Daftarnya..!
Nomor Induk PPPK Parigi Moutong 2024: Ribuan Lulus, Ratusan Masih Tunggu Tanda Tangan
Ini Batas Akhir Pengisian Daftar Riwayat Hidup PPPK Tahap II 2025: Jangan Sampai Terlewat!
Harga Beras Melonjak, Indag Sulteng Luncurkan Operasi Pasar dan Penyaluran Bantuan 224 Ribu Warga
Wali Kota Iwanuma, Jepang, Kunjungi Palu Bahas Komunitas Tangguh Bencana
Kunjungi Huntap Tondo, Wali Kota Iwanuma dan Wakil Wali Kota Palu Serahkan Hadiah Tamaura Tournament
Operasi Patuh Tinombala 2025, Strategi Lalu Lintas Sulteng Menuju Indonesia Emas