MPLS Sekolah Rakyat Dimulai Serentak, SRMP 22 Sigi Jadi yang Pertama di Sulawesi Tengah

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Rabu, 16 Juli 2025 | 05:54 WIB
Murid Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi saat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (14/7/2025).  (Foto : Dok. Sekolah Rakyat Sigi)
Murid Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi saat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (14/7/2025). (Foto : Dok. Sekolah Rakyat Sigi)

SIGI, METROSELEBES.COM – Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat secara serentak di 63 dari 100 titik di seluruh Indonesia, Senin (14/7/2025).

Pembukaan nasional dipusatkan di SRMP 10 Kabupaten Bogor, Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS), Cibinong, Jawa Barat dan disiarkan secara daring ke seluruh sekolah rakyat lainnya.

Di Sulawesi Tengah, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi menjadi yang pertama melaksanakan MPLS.

Baca Juga: Akses Digital Merata: Meutya Hafid Pastikan Sekolah Rakyat Yogyakarta Terkoneksi Internet

Berlokasi di lingkungan Sentra Nipotowe Palu, sekolah ini merupakan bagian dari Tahap I pendirian Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sebagaimana tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah Rakyat adalah program prioritas nasional yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto sebagai strategi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan inklusif.

Program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mengakses pendidikan berkualitas secara gratis dan berasrama.

Baca Juga: Juli 2025, Sekolah Rakyat Baru Siap Sambut Siswa: Renovasi Nasional Capai 83%

"Presiden percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama. Sekolah Rakyat menjadi wadah untuk memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal," ujar Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dalam sambutannya.

Mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, Sekolah Rakyat dibangun dengan konsep asrama penuh. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, laboratorium, asrama layak bagi siswa dan guru, hingga dukungan teknologi pembelajaran digital.

Penyelenggaraan program ini dikoordinasikan oleh satuan tugas lintas kementerian, dengan Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab utama.

Gus Ipul menegaskan bahwa penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak melalui seleksi akademik. "Yang diterima adalah anak-anak dari kelompok miskin dan miskin ekstrem.

Baca Juga: Misi Sekolah Rakyat Permanen: KSP Kawal Transformasi Pendidikan Prabowo

Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk DNA test dan pemetaan potensi berbasis kecerdasan buatan (AI)," terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X