Inti berita:
• Tiga oknum satpam PT Semen Tonasa ditangkap setelah diduga mencuri sekitar 2 kilometer kabel tembaga milik perusahaan dalam 16 aksi sejak 2025.
• Kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar, sementara hasil penjualan kabel disebut sebagian besar habis untuk judi online.
MetroSelebes.com, PANGKEP – Sunyinya dini hari di kawasan industri PT Semen Tonasa diduga justru menjadi waktu yang dimanfaatkan tiga oknum petugas keamanan internal untuk menjalankan aksi pencurian kabel tembaga. Kepercayaan yang diberikan perusahaan berubah menjadi dugaan tindak pidana yang kini berujung proses hukum di Polsek Bungoro.
Ketiga terduga pelaku berinisial MT, SR, dan SM diamankan setelah manajemen PT Semen Tonasa melaporkan hilangnya aset perusahaan. Berdasarkan hasil penyelidikan internal yang kemudian ditindaklanjuti kepolisian, ketiganya diduga memanfaatkan jadwal piket malam sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 Wita untuk memotong kabel power tembaga menggunakan gergaji besi, lalu mengeluarkannya dari area pabrik dengan sepeda motor.
Baca juga: Bantuan Sapi 2009 Kembali Jadi Sorotan, Sengketa Pembagian Ternak di Kajang Belum Temui Titik Terang
Hasil pemeriksaan polisi mengungkap, aksi tersebut diduga bukan dilakukan sekali. "Ketiga oknum sekuriti itu mengaku telah beraksi sebanyak 16 kali sejak 2025 hingga 2026. Total kabel tembaga yang hilang diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter dengan nilai kerugian perusahaan ditaksir menembus Rp1 miliar," ujar Kapolsek Bungoro saat siaran pers.
Ironisnya, kabel industri bernilai tinggi itu disebut hanya dijual kepada penadah besi tua di wilayah Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, dengan nilai keseluruhan sekitar Rp90 juta. Uang hasil penjualan kemudian dibagi rata. Berdasarkan pengakuan para terduga pelaku kepada penyidik, sebagian besar uang tersebut habis digunakan untuk bermain judi online, sementara sisanya dipakai memenuhi kebutuhan pribadi.
Kapolsek Bungoro menjelaskan kasus tersebut masih terus dikembangkan, termasuk menelusuri pihak yang diduga menerima atau membeli kabel hasil pencurian. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor yang diduga digunakan saat menjalankan aksi serta sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara.
Sementara itu, manajemen PT Semen Tonasa menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum di lingkungan perusahaan. Penyerahan ketiga oknum petugas keamanan kepada aparat kepolisian disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga integritas, keamanan aset, serta mendukung proses penegakan hukum secara transparan.
Baca juga: Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Ferran Torres Jadi Pahlawan Saat Argentina Tumbang di Extra Time
Kasus ini masih bergulir dan seluruh pihak yang telah diamankan tetap menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Aparat kepolisian juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk jaringan penadah, sembari mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (*)
Artikel Terkait
Final Piala Dunia 2026 Bukan Sekadar Rebut Trofi, Spanyol dan Argentina Rekor Rivalitas Imbang, Siapa Ukir Sejarah?
Final Piala Dunia 2026 Memasuki Extra Time, Spanyol Gagal Pecahkan Tembok Argentina yang Bertahan dengan 10 Pemain
Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Ferran Torres Jadi Pahlawan Saat Argentina Tumbang di Extra Time
Tangis Penyintas KM Nurul Salsa Pecah: Terpaksa Lepaskan Tiga Jasad Rekan ke Laut Demi Bertahan Hidup
Bantuan Sapi 2009 Kembali Jadi Sorotan, Sengketa Pembagian Ternak di Kajang Belum Temui Titik Terang