Rusia dan Tiongkok Bahas Perang Ukraina dan Hubungan dengan AS di Tengah Ketegangan Global

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 14 Juli 2025 | 09:28 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menghadiri pertemuan di sela-sela pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Beijing, Tiongkok, pada 13 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menghadiri pertemuan di sela-sela pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Beijing, Tiongkok, pada 13 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS

MOSKOW/BEIJING,METROSELEBES.COM-Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi bertemu di Beijing pada Minggu (13/07/2025) untuk membahas hubungan bilateral, dinamika geopolitik global, serta peluang penyelesaian konflik di Ukraina. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).

Baca Juga: Kunjungi Huntap Tondo, Wali Kota Iwanuma dan Wakil Wali Kota Palu Serahkan Hadiah Tamaura Tournament

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh kedua kementerian luar negeri, disebutkan bahwa diskusi mencakup hubungan kedua negara dengan Amerika Serikat serta pentingnya memperkuat koordinasi dalam berbagai forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Keamanan PBB, SCO, BRICS, G20, dan APEC.

 

“Para pihak juga membahas hubungan dengan Amerika Serikat dan prospek penyelesaian krisis Ukraina,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam keterangannya.

 

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menekankan bahwa komunikasi erat antara Moskow dan Beijing bertujuan untuk “mendorong pembangunan dan kebangkitan bersama, serta menghadapi tantangan dunia yang penuh gejolak dan perubahan.”

Baca Juga: Pertanyakan Waktu KKN dan Wisuda, Dokter Tifa Kembali Soroti Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Kedua diplomat senior tersebut juga saling bertukar pandangan mengenai situasi di Semenanjung Korea dan isu nuklir Iran, menandakan perhatian strategis yang luas dari kedua negara dalam urusan regional dan global.

 

Kemitraan erat antara Rusia dan Tiongkok telah mencuri perhatian dunia sejak Februari 2022, ketika Presiden Vladimir Putin mengunjungi Beijing dan kedua negara mendeklarasikan kemitraan “tanpa batas”. Kunjungan itu terjadi hanya beberapa hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina dimulai. Sejak saat itu, hubungan kedua negara terus berkembang, baik di bidang diplomatik, ekonomi, maupun militer.

Baca Juga: Trump Murka, Ini Daftar Lengkap 11 Negara Anggota Tetap BRICS yang Kini Dituding Jadi Ancaman Ekonomi AS

Amerika Serikat memandang Tiongkok sebagai pesaing strategis utama dan Rusia sebagai ancaman terbesar dari negara-bangsa. Dalam konteks ini, pertemuan Lavrov dan Wang Yi menjadi sinyal kuat bahwa Moskow dan Beijing kian menyatukan langkah untuk menghadapi tekanan dari Barat dan menciptakan tatanan dunia yang lebih multipolar.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X