WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Departemen Pertahanan Amerika Serikat mendesak sekutu-sekutu utamanya, Jepang dan Australia, untuk memberikan kejelasan mengenai peran yang akan mereka ambil jika konflik bersenjata meletus antara AS dan China terkait Taiwan, demikian dilaporkan Financial Times pada Sabtu (12/07/2025).
Baca Juga: Google Bayar ,4 Miliar untuk Teknologi AI Windsurf, Rekrut CEO dan Tim R&D
Menurut laporan yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui diskusi tersebut, Elbridge Colby, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, secara aktif mendorong isu ini dalam pertemuan dengan pejabat pertahanan dari Tokyo dan Canberra. Dorongan itu disebut-sebut mengejutkan kedua negara, mengingat AS sendiri tidak memberikan jaminan eksplisit untuk membela Taiwan dalam situasi konflik.
Kementerian Pertahanan AS belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut, dan Reuters belum dapat memverifikasi informasi secara independen.
Baca Juga: GM Hentikan Produksi Truk Pikap di Pabrik Meksiko Selama Beberapa Pekan, Output Terpangkas
Hubungan AS dan Taiwan tetap kuat, meski tidak terikat oleh hubungan diplomatik formal. Washington adalah pemasok utama senjata bagi Taipei. Di tengah meningkatnya tekanan militer dari Beijing, termasuk melalui serangkaian latihan perang yang mensimulasikan invasi, Taiwan tetap menolak klaim kedaulatan China atas pulau tersebut.
Colby, yang pernah menjabat sebagai Wakil Asisten Menteri Pertahanan untuk Strategi dan Pengembangan Kekuatan pada masa awal pemerintahan Donald Trump, dikenal sebagai pendukung kuat kebijakan pertahanan yang berfokus pada kompetisi strategis dengan China. Ia telah lama menyerukan agar militer AS mengalihkan perhatian dari Timur Tengah dan Eropa menuju kawasan Indo-Pasifik, yang dinilai lebih krusial untuk keamanan jangka panjang AS.
Baca Juga: Kamera Mundur Masih Bermasalah, Ribuan Polestar 2 Diperiksa Ulang oleh Regulator AS
Laporan Financial Times ini menyoroti meningkatnya kecemasan Washington terhadap kemungkinan eskalasi di Selat Taiwan, serta keinginan untuk memastikan bahwa aliansi regionalnya siap menghadapi skenario terburuk.
Artikel Terkait
BSU sudah cair, dan ada yang Belum Cair? Ini Penjelasan Resmi Kemnaker dan Cara Cek Status Terbarumu
Jaguar Land Rover Tarik 21.000 Kendaraan di AS karena Masalah Airbag Penumpang
Kredit Jadi Pemacu Karier? Luna Maya dan Tora Bahas ‘Semangat Ngeredit’ yang Bikin Produktif
Chery Bantah Klaim Tak Sah dalam Subsidi Mobil Ramah Lingkungan di Tiongkok
Harga Beras Melonjak, Indag Sulteng Luncurkan Operasi Pasar dan Penyaluran Bantuan 224 Ribu Warga
Kamera Mundur Masih Bermasalah, Ribuan Polestar 2 Diperiksa Ulang oleh Regulator AS
SPHP Hadir Lagi! Program Beras Murah Resmi Negara Kembali Digulirkan hingga Akhir 2025
Perpres Baru Bikin Distribusi Pupuk Lancar, Petani Palembang Tersenyum Lega
GM Hentikan Produksi Truk Pikap di Pabrik Meksiko Selama Beberapa Pekan, Output Terpangkas
Google Bayar $2,4 Miliar untuk Teknologi AI Windsurf, Rekrut CEO dan Tim R&D