Iran Goyah: Penasihat Militer Khamenei Gugur, Ancaman Salah Langkah Membayangi

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 17 Juni 2025 | 18:00 WIB
Serangan udara Israel menewaskan sejumlah tokoh penting Garda Revolusi Iran, meninggalkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam kesepian strategis. Kehilangan penasihat inti ini memicu kekhawatiran akan salah langkah di tengah memuncaknya konflik regional dan krisis dalam negeri
Serangan udara Israel menewaskan sejumlah tokoh penting Garda Revolusi Iran, meninggalkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam kesepian strategis. Kehilangan penasihat inti ini memicu kekhawatiran akan salah langkah di tengah memuncaknya konflik regional dan krisis dalam negeri

DUBAI/LONDON,METROSELEBES.COM-Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kini berada di titik paling sunyi dalam masa kepemimpinannya. Di usia 86 tahun, pria yang selama lebih dari tiga dekade memegang kendali penuh atas Republik Islam Iran itu menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya: kehilangan sejumlah penasihat militer dan keamanan terdekat akibat serangan udara Israel. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (17/06/2025).

Baca Juga: Trump Siap Kirim Utusan Damai, Tapi Perang Udara Israel-Iran Kian Membara

Menurut lima sumber yang akrab dengan proses pengambilan keputusan di lingkaran dalam Khamenei, serangan udara Israel sejak Jumat lalu telah membunuh beberapa tokoh penting dalam Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), pasukan elite yang menjadi tulang punggung pertahanan dan strategi regional Teheran. Mereka yang tewas antara lain Komandan IRGC Hossein Salami, kepala divisi dirgantara Amir Ali Hajizadeh yang memimpin program rudal balistik Iran, serta kepala intelijen Mohammad Kazemi.

 

“Ini sangat berbahaya. Risiko salah kalkulasi terhadap isu pertahanan dan stabilitas dalam negeri meningkat drastis,” ujar salah satu sumber yang rutin menghadiri rapat bersama Khamenei.

Baca Juga: Iran Desak Negara Teluk Jadi Penengah Gencatan Senjata dengan Israel, Siap Lunakkan Sikap di Meja Nuklir

Ketiga tokoh tersebut merupakan bagian dari lingkaran inti Khamenei yang terdiri dari sekitar 15–20 penasihat, termasuk ulama, politisi, dan komandan militer. Kelompok ini, meski tidak bersifat formal, menjadi sumber konsultasi utama Khamenei saat menghadapi keputusan strategis, dari kebijakan luar negeri hingga pengelolaan krisis domestik.

 

Khamenei dikenal sebagai sosok yang sangat hati-hati namun juga keras kepala. “Dua hal bisa dikatakan tentang Khamenei: dia sangat keras kepala tapi juga sangat berhati-hati. Itulah mengapa dia bisa bertahan begitu lama,” kata Alex Vatanka, Direktur Program Iran di Middle East Institute, Washington.

 

Sebagai pemimpin tertinggi, Khamenei memiliki otoritas mutlak atas militer, penunjukan pejabat tinggi, hingga keputusan perang. Namun dengan kematian sejumlah tokoh kepercayaannya, struktur komando yang selama ini ia bangun mengalami kekosongan signifikan.

Baca Juga: Israel Diserang, Iran Ancam Keluar dari NPT, Dunia Waspada

Peran Sentral Sang Putra: Mojtaba Khamenei. Di tengah kekosongan itu, nama Mojtaba Khamenei—putra sang pemimpin—muncul sebagai tokoh kunci. Selama dua dekade terakhir, Mojtaba telah memainkan peran sentral di balik layar, menjembatani komunikasi antara berbagai faksi, lembaga keamanan, dan institusi pemerintahan. Ia dikenal memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi dan disebut-sebut sebagai kandidat penerus ayahnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X