DUBAI/LONDON,METROSELEBES.COM-Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kini berada di titik paling sunyi dalam masa kepemimpinannya. Di usia 86 tahun, pria yang selama lebih dari tiga dekade memegang kendali penuh atas Republik Islam Iran itu menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya: kehilangan sejumlah penasihat militer dan keamanan terdekat akibat serangan udara Israel. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (17/06/2025).
Baca Juga: Trump Siap Kirim Utusan Damai, Tapi Perang Udara Israel-Iran Kian Membara
Menurut lima sumber yang akrab dengan proses pengambilan keputusan di lingkaran dalam Khamenei, serangan udara Israel sejak Jumat lalu telah membunuh beberapa tokoh penting dalam Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), pasukan elite yang menjadi tulang punggung pertahanan dan strategi regional Teheran. Mereka yang tewas antara lain Komandan IRGC Hossein Salami, kepala divisi dirgantara Amir Ali Hajizadeh yang memimpin program rudal balistik Iran, serta kepala intelijen Mohammad Kazemi.
“Ini sangat berbahaya. Risiko salah kalkulasi terhadap isu pertahanan dan stabilitas dalam negeri meningkat drastis,” ujar salah satu sumber yang rutin menghadiri rapat bersama Khamenei.
Ketiga tokoh tersebut merupakan bagian dari lingkaran inti Khamenei yang terdiri dari sekitar 15–20 penasihat, termasuk ulama, politisi, dan komandan militer. Kelompok ini, meski tidak bersifat formal, menjadi sumber konsultasi utama Khamenei saat menghadapi keputusan strategis, dari kebijakan luar negeri hingga pengelolaan krisis domestik.
Khamenei dikenal sebagai sosok yang sangat hati-hati namun juga keras kepala. “Dua hal bisa dikatakan tentang Khamenei: dia sangat keras kepala tapi juga sangat berhati-hati. Itulah mengapa dia bisa bertahan begitu lama,” kata Alex Vatanka, Direktur Program Iran di Middle East Institute, Washington.
Sebagai pemimpin tertinggi, Khamenei memiliki otoritas mutlak atas militer, penunjukan pejabat tinggi, hingga keputusan perang. Namun dengan kematian sejumlah tokoh kepercayaannya, struktur komando yang selama ini ia bangun mengalami kekosongan signifikan.
Baca Juga: Israel Diserang, Iran Ancam Keluar dari NPT, Dunia Waspada
Peran Sentral Sang Putra: Mojtaba Khamenei. Di tengah kekosongan itu, nama Mojtaba Khamenei—putra sang pemimpin—muncul sebagai tokoh kunci. Selama dua dekade terakhir, Mojtaba telah memainkan peran sentral di balik layar, menjembatani komunikasi antara berbagai faksi, lembaga keamanan, dan institusi pemerintahan. Ia dikenal memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi dan disebut-sebut sebagai kandidat penerus ayahnya.
Artikel Terkait
Rusia Serang Kilang Minyak Kremenchuk, Ukraina Kecam Serangan Brutal terhadap Infrastruktur Energi
Nissan Siap Kurangi Kepemilikan Saham di Renault, Fokus Kembangkan Kendaraan Baru
Trump Setujui Akuisisi US Steel, Saham Nippon Steel Melonjak dan Cetak Rencana Investasi Jumbo
Ketegangan Timur Tengah dan Pertemuan The Fed Bayangi Pasar, S&P 500 Futures Menguat Tipis
PM Australia Desak Komitmen AUKUS dan Stabilitas Indo-Pasifik di Hadapan Trump
Putin dan Erdogan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera
Di Tengah Ketegangan dengan Israel, Iran Siapkan RUU Tinggalkan Perjanjian Nuklir
Israel Diserang, Iran Ancam Keluar dari NPT, Dunia Waspada
Iran Desak Negara Teluk Jadi Penengah Gencatan Senjata dengan Israel, Siap Lunakkan Sikap di Meja Nuklir
Trump Siap Kirim Utusan Damai, Tapi Perang Udara Israel-Iran Kian Membara