SHANGHAI,METROSELEBES.COM-Produsen mobil asal Tiongkok, Chery, membantah tuduhan bahwa mereka telah mengklaim subsidi pemerintah secara tidak sah untuk kendaraan ramah lingkungan. Pernyataan ini muncul setelah hasil audit dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) mengungkapkan bahwa Chery dan BYD secara kolektif dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menerima subsidi sebesar total 53 juta dolar AS, atau sekitar 60% dari klaim subsidi yang dianggap tidak layak selama periode lima tahun hingga 2020. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (12/07/2025).
Baca Juga: Jaguar Land Rover Tarik 21.000 Kendaraan di AS karena Masalah Airbag Penumpang
Dalam audit tersebut, sebanyak 21.725 unit kendaraan dari berbagai merek tidak lolos verifikasi karena tidak memenuhi persyaratan administratif, seperti tidak tersedianya dokumen pendukung atau tidak mencapai batas jarak tempuh minimum yang diwajibkan. Dari jumlah itu, Chery memiliki 7.663 unit kendaraan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat—19 unit karena tidak memenuhi jarak tempuh minimum, dan 7.643 unit lainnya karena tidak menyertakan sertifikat penjualan akhir.
Chery menegaskan bahwa klaim subsidi mereka telah dilakukan secara jujur. Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut bahwa mereka sempat berkonsultasi dengan pihak berwenang mengenai tantangan dalam pelampiran dokumen, mengingat kendaraan-kendaraan tersebut telah dijual lebih dari lima tahun lalu. Pihak berwenang, menurut Chery, menyarankan agar kendaraan-kendaraan tersebut tetap dideklarasikan untuk kemudian ditentukan kelayakannya oleh kementerian.
Baca Juga: Kredit Jadi Pemacu Karier? Luna Maya dan Tora Bahas ‘Semangat Ngeredit’ yang Bikin Produktif
“Perusahaan kami telah melaporkan secara jujur kepada otoritas bahwa kami tidak mengumpulkan sertifikat penjualan akhir; tidak ada tindakan penipuan yang kami lakukan,” demikian pernyataan resmi dari Chery.
Penting untuk dicatat bahwa hasil audit pemerintah tidak menyebutkan adanya unsur penipuan dalam temuan tersebut. Hingga berita ini ditulis, BYD—produsen kendaraan listrik terkemuka di Tiongkok—belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Baca Juga: 212 Merek Beras ‘Bermasalah’ Terungkap, Pemerintah Ultimatum Mafia Pangan 14 Hari
Dokumen audit yang dirilis oleh MIIT pada Juni lalu tidak menyebutkan adanya sanksi atau kewajiban pengembalian dana subsidi secara spesifik. Namun pemerintah sebelumnya telah menegaskan bahwa produsen otomotif wajib mengembalikan subsidi jika kendaraan mereka terbukti tidak memenuhi persyaratan jarak tempuh minimum.
Chery menambahkan bahwa klaim yang diaudit tersebut bukan merupakan subsidi yang telah dibayarkan sebelumnya, sehingga tidak ada kewajiban pengembalian dana bagi perusahaan.
Artikel Terkait
Menilik Pasar Otomotif Juni 2025: Whole Sales Melemah, Mobil China Pelan-Pelan Curi Perhatian
103 Klinik Koperasi Desa Segera Jalan! Juknis Kemenkes Keluar Minggu Ini
Nomor Induk PPPK Parigi Moutong 2024: Ribuan Lulus, Ratusan Masih Tunggu Tanda Tangan
Ini Batas Akhir Pengisian Daftar Riwayat Hidup PPPK Tahap II 2025: Jangan Sampai Terlewat!
Pidato Jenaka Mahasiswi Kristen di UMSU Bikin Terkesima, Rektor Langsung Hadiahkan Beasiswa S2
Ultimatum yang Membelah Opini: Ahmad Dhani Ancam Bongkar Masa Lalu Maia jika Terus Berbicara
212 Merek Beras ‘Bermasalah’ Terungkap, Pemerintah Ultimatum Mafia Pangan 14 Hari
BSU sudah cair, dan ada yang Belum Cair? Ini Penjelasan Resmi Kemnaker dan Cara Cek Status Terbarumu
Jaguar Land Rover Tarik 21.000 Kendaraan di AS karena Masalah Airbag Penumpang
Kredit Jadi Pemacu Karier? Luna Maya dan Tora Bahas ‘Semangat Ngeredit’ yang Bikin Produktif