Tarik Ulur Bitcoin: Produsen Mesin Tambang Asal Tiongkok Bangun Pabrik di AS untuk Hindari Tarif Trump

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 18 Juni 2025 | 18:01 WIB
Pemandangan dari drone menunjukkan armada penambangan Bitcoin milik pembuat mesin penambangan kripto Canaan yang dioperasikan oleh Luna Squares, di West Texas, AS, pada tahun 2023, dalam gambar handout yang disediakan kepada Reuters pada 13 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Pemandangan dari drone menunjukkan armada penambangan Bitcoin milik pembuat mesin penambangan kripto Canaan yang dioperasikan oleh Luna Squares, di West Texas, AS, pada tahun 2023, dalam gambar handout yang disediakan kepada Reuters pada 13 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

SHANGHAI/SINGAPURA,METROSELEBES.COM-Tiga raksasa pembuat mesin tambang Bitcoin asal TiongkokBitmain, Canaan, dan MicroBT — tengah memperluas operasinya ke Amerika Serikat demi menghindari dampak perang dagang yang dipicu oleh Presiden Donald Trump. Langkah ini menandai perubahan besar dalam rantai pasok industri kripto global yang selama ini sangat bergantung pada Tiongkok. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (18/06/2025).

Baca Juga: China Dorong Yuan Digital dan Sistem Mata Uang Multipolar untuk Tantang Dominasi Dolar

Ketiga perusahaan tersebut memproduksi lebih dari 90% rig tambang Bitcoin di seluruh dunia — perangkat keras khusus yang dirancang untuk menghitung algoritma dan menghasilkan mata uang kripto. Namun, dengan meningkatnya tekanan tarif impor dari pemerintahan Trump, mereka kini mengalihkan sebagian produksinya ke dalam negeri AS demi menghindari beban biaya tambahan dan memperkuat pijakan pasar mereka di Barat.

 

“Perang dagang AS-Tiongkok memicu perubahan struktural dalam rantai pasokan Bitcoin, bukan sekadar permukaan,” kata Guang Yang, Chief Technology Officer dari Conflux Network, sebuah perusahaan teknologi blockchain.

Baca Juga: Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS

Bitmain, produsen terbesar dari ketiganya, mulai memproduksi rig tambang di AS sejak Desember tahun lalu, tak lama setelah Trump memenangkan pemilihan presiden. Sementara itu, Canaan sudah memulai produksi uji coba dengan harapan bisa menghindari tarif baru yang diumumkan oleh Trump pada 2 April dalam kebijakan bertajuk Liberation Day. MicroBT juga menyatakan tengah “mengimplementasikan strategi lokalisasi di AS” sebagai upaya konkret menghadapi tekanan tarif tersebut.

 

Lebih dari 30% aktivitas penambangan Bitcoin global terjadi di Amerika Utara. Namun, ironisnya, lebih dari 90% perangkat keras yang digunakan berasal dari Tiongkok. Ketimpangan geografis antara permintaan dan pasokan inilah yang memicu kekhawatiran sejumlah pihak, termasuk soal keamanan nasional.

 

“Ratusan ribu mesin tambang buatan Tiongkok yang terhubung dengan jaringan listrik AS adalah potensi risiko keamanan,” ujar Sanjay Gupta, Chief Strategy Officer di Auradine.

Baca Juga: Empat Pulau Ditetapkan Masuk Wilayah Aceh, Ini Langkah Strategis Pemerintah

Pihak Canaan sendiri membantah hal itu. “Rig penambangan tidak membahayakan keamanan karena fungsinya sangat spesifik — tanpa proses penambangan Bitcoin, alat itu tidak berguna,” kata Leo Wang, Wakil Presiden Canaan. Namun ia mengakui bahwa perusahaan tetap bisa terkena "efek samping" dari pembatasan ekspor teknologi tinggi oleh pemerintah AS terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X