SHANGHAI/SINGAPURA,METROSELEBES.COM-Tiga raksasa pembuat mesin tambang Bitcoin asal Tiongkok — Bitmain, Canaan, dan MicroBT — tengah memperluas operasinya ke Amerika Serikat demi menghindari dampak perang dagang yang dipicu oleh Presiden Donald Trump. Langkah ini menandai perubahan besar dalam rantai pasok industri kripto global yang selama ini sangat bergantung pada Tiongkok. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (18/06/2025).
Baca Juga: China Dorong Yuan Digital dan Sistem Mata Uang Multipolar untuk Tantang Dominasi Dolar
Ketiga perusahaan tersebut memproduksi lebih dari 90% rig tambang Bitcoin di seluruh dunia — perangkat keras khusus yang dirancang untuk menghitung algoritma dan menghasilkan mata uang kripto. Namun, dengan meningkatnya tekanan tarif impor dari pemerintahan Trump, mereka kini mengalihkan sebagian produksinya ke dalam negeri AS demi menghindari beban biaya tambahan dan memperkuat pijakan pasar mereka di Barat.
“Perang dagang AS-Tiongkok memicu perubahan struktural dalam rantai pasokan Bitcoin, bukan sekadar permukaan,” kata Guang Yang, Chief Technology Officer dari Conflux Network, sebuah perusahaan teknologi blockchain.
Baca Juga: Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS
Bitmain, produsen terbesar dari ketiganya, mulai memproduksi rig tambang di AS sejak Desember tahun lalu, tak lama setelah Trump memenangkan pemilihan presiden. Sementara itu, Canaan sudah memulai produksi uji coba dengan harapan bisa menghindari tarif baru yang diumumkan oleh Trump pada 2 April dalam kebijakan bertajuk Liberation Day. MicroBT juga menyatakan tengah “mengimplementasikan strategi lokalisasi di AS” sebagai upaya konkret menghadapi tekanan tarif tersebut.
Lebih dari 30% aktivitas penambangan Bitcoin global terjadi di Amerika Utara. Namun, ironisnya, lebih dari 90% perangkat keras yang digunakan berasal dari Tiongkok. Ketimpangan geografis antara permintaan dan pasokan inilah yang memicu kekhawatiran sejumlah pihak, termasuk soal keamanan nasional.
“Ratusan ribu mesin tambang buatan Tiongkok yang terhubung dengan jaringan listrik AS adalah potensi risiko keamanan,” ujar Sanjay Gupta, Chief Strategy Officer di Auradine.
Baca Juga: Empat Pulau Ditetapkan Masuk Wilayah Aceh, Ini Langkah Strategis Pemerintah
Pihak Canaan sendiri membantah hal itu. “Rig penambangan tidak membahayakan keamanan karena fungsinya sangat spesifik — tanpa proses penambangan Bitcoin, alat itu tidak berguna,” kata Leo Wang, Wakil Presiden Canaan. Namun ia mengakui bahwa perusahaan tetap bisa terkena "efek samping" dari pembatasan ekspor teknologi tinggi oleh pemerintah AS terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Artikel Terkait
Empat Pulau Strategis Masuk Aceh, Prabowo Ambil Keputusan Bersejarah di 2025
8 Tantangan Kopdes Merah Putih: Menjawab Jalan Terjal Menuju Keadilan Ekonomi
Dana Desa 2025 Tahap II Wajib Sertakan Koperasi Merah Putih: Ini Dua Syarat Tambahannya
Dari Warga untuk Warga: Partisipasi Kolektif Jadi Fondasi Kredibilitas Kopdes Merah Putih
3 Hari Menuju Batas Akhir! Kopbeat Jingle Competition Tantang Kreativitas Musik Anak Bangsa
Pengelola Operasional Jadi Kunci Profesionalisme Kopdes Merah Putih
Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS
China Dorong Yuan Digital dan Sistem Mata Uang Multipolar untuk Tantang Dominasi Dolar
Empat Pulau Ditetapkan Masuk Wilayah Aceh, Ini Langkah Strategis Pemerintah
Aliansi Hijau Indonesia-Singapura: Transfer Teknologi Pertanian Modern dan Penguatan Ketahanan Pangan