TOKYO,METROSELEBES.COM-Perusahaan penyedia gas kota terbesar di Jepang, Tokyo Gas Co. Ltd., menyatakan bahwa konflik bersenjata antara Iran dan Israel tidak berdampak langsung terhadap pasokan gas alam cair (LNG) yang diimpor perusahaan tersebut. Hal ini disampaikan oleh pejabat senior perusahaan di sela-sela konferensi Japan Energy Summit, Rabu (18/06/2025).
"Karena kami tidak mengimpor LNG dari Qatar maupun Uni Emirat Arab, maka konflik saat ini belum berdampak langsung pada pengadaan LNG kami," ujar Nobuhiro Sugesawa, Senior Managing Executive Officer Tokyo Gas, kepada Reuters.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak di Tengah Memanasnya Konflik Iran-Israel, Meski Pasokan Masih Aman
Meskipun begitu, perusahaan tetap waspada terhadap potensi gejolak pasar energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. “Kami memantau situasi ini dengan sangat serius,” tambah Sugesawa. Ia mengakui bahwa ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut berisiko mendorong naiknya harga LNG dan mengganggu rantai pasok global.
Konflik Iran-Israel yang telah memasuki hari keenam turut memicu kekhawatiran akan meluasnya perang, terlebih setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan "penyerahan tanpa syarat" dari pihak Iran. Meskipun AS tidak secara aktif terlibat dalam pertempuran, ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian utama pelaku industri energi.
Baca Juga: Harga Emas Naik Imbas Konflik Israel-Iran, Investor Berburu Aset Aman
Sebagai langkah antisipatif, Tokyo Gas mempertimbangkan untuk meningkatkan porsi impor LNG dari Amerika Serikat, yang saat ini menyumbang sekitar 10% dari total pasokan perusahaan. “Amerika Serikat menjadi salah satu sumber pasokan yang menarik bagi kami,” jelas Sugesawa.
Langkah serupa juga telah dilakukan oleh JERA, produsen listrik terbesar di Jepang, yang pekan lalu mengumumkan kesepakatan pembelian LNG dari empat pemasok asal AS.
Baca Juga: Tragedi Bantuan di Gaza: 51 Tewas Dihantam Tank Israel Saat Antre Makanan
Terkait proyek LNG Alaska, Sugesawa mengungkapkan minat Tokyo Gas terhadap inisiatif tersebut. Ia menyoroti nilai historisnya, mengingat Alaska merupakan asal pengiriman LNG pertama Tokyo Gas lebih dari setengah abad yang lalu. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan akan melakukan kajian kelayakan ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca Juga: 3 Hari Menuju Batas Akhir! Kopbeat Jingle Competition Tantang Kreativitas Musik Anak Bangsa
Artikel Terkait
Gerakan 80 Ribu Koperasi Merah Putih: Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa
Tragedi Bantuan di Gaza: 51 Tewas Dihantam Tank Israel Saat Antre Makanan
Harga Emas Naik Imbas Konflik Israel-Iran, Investor Berburu Aset Aman
Harga Minyak Melonjak di Tengah Memanasnya Konflik Iran-Israel, Meski Pasokan Masih Aman
Empat Pulau Strategis Masuk Aceh, Prabowo Ambil Keputusan Bersejarah di 2025
8 Tantangan Kopdes Merah Putih: Menjawab Jalan Terjal Menuju Keadilan Ekonomi
Dana Desa 2025 Tahap II Wajib Sertakan Koperasi Merah Putih: Ini Dua Syarat Tambahannya
Dari Warga untuk Warga: Partisipasi Kolektif Jadi Fondasi Kredibilitas Kopdes Merah Putih
3 Hari Menuju Batas Akhir! Kopbeat Jingle Competition Tantang Kreativitas Musik Anak Bangsa
Pengelola Operasional Jadi Kunci Profesionalisme Kopdes Merah Putih