Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 18 Juni 2025 | 16:44 WIB
Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) ditarik menuju pembangkit listrik tenaga termal di Futtsu, sebelah timur Tokyo, Jepang, pada 13 November 2017. Source FOTO: REUTERS
Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) ditarik menuju pembangkit listrik tenaga termal di Futtsu, sebelah timur Tokyo, Jepang, pada 13 November 2017. Source FOTO: REUTERS

TOKYO,METROSELEBES.COM-Perusahaan penyedia gas kota terbesar di Jepang, Tokyo Gas Co. Ltd., menyatakan bahwa konflik bersenjata antara Iran dan Israel tidak berdampak langsung terhadap pasokan gas alam cair (LNG) yang diimpor perusahaan tersebut. Hal ini disampaikan oleh pejabat senior perusahaan di sela-sela konferensi Japan Energy Summit, Rabu (18/06/2025).

 

"Karena kami tidak mengimpor LNG dari Qatar maupun Uni Emirat Arab, maka konflik saat ini belum berdampak langsung pada pengadaan LNG kami," ujar Nobuhiro Sugesawa, Senior Managing Executive Officer Tokyo Gas, kepada Reuters.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak di Tengah Memanasnya Konflik Iran-Israel, Meski Pasokan Masih Aman

Meskipun begitu, perusahaan tetap waspada terhadap potensi gejolak pasar energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. “Kami memantau situasi ini dengan sangat serius,” tambah Sugesawa. Ia mengakui bahwa ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut berisiko mendorong naiknya harga LNG dan mengganggu rantai pasok global.

 

Konflik Iran-Israel yang telah memasuki hari keenam turut memicu kekhawatiran akan meluasnya perang, terlebih setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan "penyerahan tanpa syarat" dari pihak Iran. Meskipun AS tidak secara aktif terlibat dalam pertempuran, ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian utama pelaku industri energi.

Baca Juga: Harga Emas Naik Imbas Konflik Israel-Iran, Investor Berburu Aset Aman

Sebagai langkah antisipatif, Tokyo Gas mempertimbangkan untuk meningkatkan porsi impor LNG dari Amerika Serikat, yang saat ini menyumbang sekitar 10% dari total pasokan perusahaan. “Amerika Serikat menjadi salah satu sumber pasokan yang menarik bagi kami,” jelas Sugesawa.

 

Langkah serupa juga telah dilakukan oleh JERA, produsen listrik terbesar di Jepang, yang pekan lalu mengumumkan kesepakatan pembelian LNG dari empat pemasok asal AS.

Baca Juga: Tragedi Bantuan di Gaza: 51 Tewas Dihantam Tank Israel Saat Antre Makanan

Terkait proyek LNG Alaska, Sugesawa mengungkapkan minat Tokyo Gas terhadap inisiatif tersebut. Ia menyoroti nilai historisnya, mengingat Alaska merupakan asal pengiriman LNG pertama Tokyo Gas lebih dari setengah abad yang lalu. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan akan melakukan kajian kelayakan ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: 3 Hari Menuju Batas Akhir! Kopbeat Jingle Competition Tantang Kreativitas Musik Anak Bangsa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X