Jika Tiongkok membatasi ekspor atau mengacaukan pasokan, dampaknya bisa mengganggu stabilitas jaringan Bitcoin secara global dan merugikan pengguna serta investor AS, lanjut Deaton.
Ekonom dari American Institute for Economic Research, Ryan M. Yonk, menilai bahwa perusahaan tambang raksasa AS seperti MARA, Core Scientific, CleanSpark, dan Riot Platforms sangat bergantung pada perangkat buatan Tiongkok — sebuah ketergantungan yang dinilai "berpotensi bermasalah" di masa depan.
Baca Juga: Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS
Meskipun pabrik mulai dibangun di AS, dalam jangka pendek para penambang masih akan membeli rig dari Tiongkok dan menanggung beban tarif yang lebih tinggi.
“Tapi ini bukan soal menghancurkan industri, melainkan memaksa perubahan strategis yang sebenarnya sudah lama dibutuhkan,” ujar Kadan Stadlemann, CTO dari platform kripto Komodo.
Artikel Terkait
Empat Pulau Strategis Masuk Aceh, Prabowo Ambil Keputusan Bersejarah di 2025
8 Tantangan Kopdes Merah Putih: Menjawab Jalan Terjal Menuju Keadilan Ekonomi
Dana Desa 2025 Tahap II Wajib Sertakan Koperasi Merah Putih: Ini Dua Syarat Tambahannya
Dari Warga untuk Warga: Partisipasi Kolektif Jadi Fondasi Kredibilitas Kopdes Merah Putih
3 Hari Menuju Batas Akhir! Kopbeat Jingle Competition Tantang Kreativitas Musik Anak Bangsa
Pengelola Operasional Jadi Kunci Profesionalisme Kopdes Merah Putih
Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS
China Dorong Yuan Digital dan Sistem Mata Uang Multipolar untuk Tantang Dominasi Dolar
Empat Pulau Ditetapkan Masuk Wilayah Aceh, Ini Langkah Strategis Pemerintah
Aliansi Hijau Indonesia-Singapura: Transfer Teknologi Pertanian Modern dan Penguatan Ketahanan Pangan