SINGAPURA, METROSELEBES.COM - Langkah strategis kembali ditorehkan Indonesia melalui kerja sama internasional.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, dalam bidang keamanan pangan dan transfer teknologi pertanian modern, pada Minggu, 16 Juni 2025, di Parliament House, Singapura.
Penandatanganan MoU ini turut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, dalam agenda Leaders’ Retreat 2025.
Baca Juga: Empat Pulau Ditetapkan Masuk Wilayah Aceh, Ini Langkah Strategis Pemerintah
Kolaborasi ini menjadi bukti kuat komitmen kedua negara dalam membangun sistem pangan berkelanjutan dan tangguh menghadapi tantangan global.
Dalam kesepakatan tersebut, terdapat empat fokus utama yang menjadi pijakan kerja sama, yakni:
- Transfer teknologi pertanian modern,
- Pengembangan petani muda,
- Sertifikasi pangan digital dan pertukaran teknis,
- Business matching serta peningkatan kapasitas SDM pertanian.
Baca Juga: China Dorong Yuan Digital dan Sistem Mata Uang Multipolar untuk Tantang Dominasi Dolar
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa aliansi hijau ini akan mendorong inovasi pertanian di era digital, termasuk sistem sertifikasi pangan elektronik yang lebih transparan dan efisien.
Tak hanya itu, pengembangan petani muda juga menjadi prioritas sebagai investasi jangka panjang terhadap regenerasi sektor pertanian.
Sebagai informasi tambahan, menurut data Global Food Security Index 2023, Singapura menempati posisi ke-1 dalam hal keamanan pangan, sementara Indonesia masih berada di peringkat 63.
Baca Juga: Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS
Melalui sinergi ini, diharapkan Indonesia dapat mempercepat peningkatan peringkatnya melalui inovasi dan pertukaran teknologi dari negara mitra.
Langkah ini selaras dengan visi pemerintah RI untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, terlebih menghadapi ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim dan ketegangan geopolitik.
Artikel Terkait
Gerakan 80 Ribu Koperasi Merah Putih: Simbol Kebangkitan Ekonomi Desa
Empat Pulau Strategis Masuk Aceh, Prabowo Ambil Keputusan Bersejarah di 2025
8 Tantangan Kopdes Merah Putih: Menjawab Jalan Terjal Menuju Keadilan Ekonomi
Dana Desa 2025 Tahap II Wajib Sertakan Koperasi Merah Putih: Ini Dua Syarat Tambahannya
Dari Warga untuk Warga: Partisipasi Kolektif Jadi Fondasi Kredibilitas Kopdes Merah Putih
3 Hari Menuju Batas Akhir! Kopbeat Jingle Competition Tantang Kreativitas Musik Anak Bangsa
Pengelola Operasional Jadi Kunci Profesionalisme Kopdes Merah Putih
Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS
China Dorong Yuan Digital dan Sistem Mata Uang Multipolar untuk Tantang Dominasi Dolar
Empat Pulau Ditetapkan Masuk Wilayah Aceh, Ini Langkah Strategis Pemerintah