Australia sendiri telah mengalokasikan dana sebesar 368 miliar dolar Australia (sekitar 240 miliar dolar AS) untuk proyek ini dalam 30 tahun ke depan. Namun, masa depan proyek tersebut kini dipertanyakan.
Mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, yang sebelumnya menandatangani kesepakatan kapal selam dengan Prancis sebelum dibatalkan demi AUKUS, menyatakan skeptis bahwa Australia benar-benar akan mendapatkan kapal selam. “Lebih besar kemungkinannya Australia tidak akan mendapatkan kapal selam sama sekali, melainkan hanya menjadi pangkalan besar bagi Angkatan Laut Amerika,” kata Turnbull dalam wawancara dengan CNBC.
Baca Juga: China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan dalam sidang Kongres pada Selasa bahwa pihaknya sedang melakukan “pembicaraan jujur” dengan para sekutu. “Kami ingin memastikan bahwa kemampuan Australia tidak hanya digunakan untuk keperluan mereka sendiri, tetapi juga terintegrasi secara efektif sebagai sekutu kami,” ujarnya.
Meski Australia belum secara eksplisit menyatakan apakah kapal selamnya akan digunakan dalam konflik antara AS dan Tiongkok, Colby menyebut sejarah aliansi erat antara kedua negara, termasuk keterlibatan Australia dalam Perang Vietnam, sebagai alasan kuat untuk memperkirakan bahwa Australia akan tetap berpihak pada Washington.
Peninjauan AUKUS oleh pemerintahan Trump ini bisa menjadi titik balik dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan kawasan Indo-Pasifik, dan menimbulkan pertanyaan besar bagi masa depan aliansi strategis Barat di tengah ketegangan global yang terus meningkat.
Artikel Terkait
Tiga Pilar Kopdes Merah Putih dapat berjalan optimal
Dorong Percepatan pLPendirian Koperasi Merah Putih, DPD Kunjungi DPMD Jawa Barat
MPP Kini Menjangkau Pulau: Inovasi Baru Layanan Publik di BANGGAI LAUT
IMF dan Serbia Capai Kesepakatan Awal untuk Program Reformasi Ekonomi Selama 36 Bulan
Menkeu AS: RUU Pajak Partai Republik Akan Lindungi Kedaulatan Pajak Korporasi dari Campur Tangan Asing
China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam
AS Tegaskan Tarif 55% untuk Tiongkok Tetap Berlaku Meski Kesepakatan Dagang Dicapai
Korea Selatan Hentikan Siaran Propaganda Lewat Pengeras Suara demi Redakan Ketegangan dengan Korea Utara
Warner Bros Discovery Terbelah, Fitch Turunkan Peringkat Utang ke Status “Junk"
Harga Konsumen AS Naik Moderat, Tapi Tarif Impor Ancam Lonjakan Inflasi di Paruh Kedua 2025