Tiga Pilar Kopdes Merah Putih dapat berjalan optimal

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 11 Juni 2025 | 21:35 WIB

 

 

JAKARTA METROSELEBES.COM – Melonjakkan Keadilan Ekonomi menjadi semangat utama dari arahan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, kepada pegawai Kemenkop saat menandatangani pakta integritas anti-korupsi dalam rangka percepatan terbentuknya dan disrupsi operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Budi Arie menegaskan bahwa momentum ini tak boleh disia-siakan, karena fase operasional jauh lebih menantang setelah lebih dari 79.743 unit koperasi berhasil dibentuk melalui musyawarah desa khusus .

Budi Arie secara khusus menyoroti tiga pilar Kopdes Merah Putih dapat berjalan optimal: pertama, regulasi yang kuat dan tidak multitafsir; kedua, mitigasi risiko yang cepat dan tepat; dan ketiga, sistem digitalisasi terintegrasi .

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih: Solusi Ekonomi Rakyat yang Tumbuh dari Akar Desa

Budi Arie menekankan pentingnya kerja jujur, keras dan cerdas, disertai kolaborasi dengan Kejaksaan Agung dan KPK untuk mencegah praktik korupsi dalam program dengan potensi anggaran mencapai ratusan triliun rupiah.

Data resmi menunjukkan bahwa hingga akhir Mei, telah terbentuk 60.806–71.262 unit Kopdes Merah Putih.

Meskipun demikian, Menteri menyatakan bahwa tantangan utama bakal muncul saat koperasi mulai beroperasi secara penuh, karena inilah sesungguhnya ujian keberlanjutan program.

Penguatan koperasi ini didukung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menginstruksikan pembentukan sebanyak 80.000 unit sebelum peluncuran nasional pada 12 Juli 2025.

Baca Juga: Instruksi Presiden dan Regulasi Baru, Koperasi Desa Kini Wajib Diformalkan Sesuai Aturan 2025

Keputusan operasional sepenuhnya diserahkan ke desa melalui mekanisme partisipatif dan demokratis, bukan model top-down, sehingga menjamin legitimasi dan keterlibatan warga setempat .

Untuk memperkuat landasan hukum, Kemenkop juga mendorong agar UU Perkoperasian segera direvisi, termasuk keterlibatan perempuan dalam struktur pengurus serta sinergi dengan bank Himbara dan BUMN seperti BRI dan Pos Indonesia sebagai mitra pengawal .

Dengan regulasi ketat, mitigasi risiko siap pakai, dan digitalisasi yang maju, Kopdes Merah Putih diyakini dapat menjadi ujung tombak keadilan ekonomi di desa, memotong rantai tengkulak, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Baca Juga: Desa Bangkit Lewat Koperasi Merah Putih: Dorong Ekonomi Berdaya Saing

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X