Korea Selatan Hentikan Siaran Propaganda Lewat Pengeras Suara demi Redakan Ketegangan dengan Korea Utara

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 12 Juni 2025 | 00:13 WIB
Prajurit Korea Selatan bekerja pada pengeras suara yang dipasang untuk siaran propaganda selama latihan militer di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan, dalam foto ini. Source FOTO: REUTERS
Prajurit Korea Selatan bekerja pada pengeras suara yang dipasang untuk siaran propaganda selama latihan militer di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan, dalam foto ini. Source FOTO: REUTERS

SEOUL,METROSELEBES.COM-Pemerintah Korea Selatan secara resmi menghentikan siaran propaganda melalui pengeras suara yang diarahkan ke Korea Utara di dekat perbatasan, Rabu (11/06/2025), sebagai langkah awal membangun kembali dialog antar-Korea. Kebijakan ini datang hampir setahun setelah siaran tersebut kembali diaktifkan menyusul meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Baca Juga: AS Tegaskan Tarif 55% untuk Tiongkok Tetap Berlaku Meski Kesepakatan Dagang Dicapai

Keputusan ini sejalan dengan janji Presiden Lee Jae-myung yang baru menjabat bulan ini. Dalam kampanyenya, Lee berkomitmen untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara, termasuk menghentikan siaran propaganda, serta menghidupkan kembali perjanjian militer antar-Korea yang sempat dibekukan.

 

Juru bicara kepresidenan, Kang Yu-jung, menyatakan bahwa penghentian siaran ini merupakan langkah proaktif untuk meredakan ketegangan militer, mengurangi konfrontasi, dan membangun kembali rasa saling percaya antara dua Korea. Ia juga menambahkan bahwa Korea Utara belum melakukan provokasi dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam

“Sekarang giliran Korea Utara untuk merespons,” ujar Kim Byung-joo, anggota parlemen dari partai yang berkuasa. “Kami juga meminta agar mereka berhenti menyiarkan suara bising ke arah Selatan.”

 

Langkah ini disambut baik oleh warga yang tinggal di sekitar zona perbatasan yang sangat dijaga ketat. Selama ini, mereka mengeluhkan gangguan suara yang dihasilkan dari siaran pengeras suara tersebut.

 

Sebagai catatan, militer Korea Selatan kembali mengaktifkan siaran propaganda pada Juli tahun lalu sebagai balasan atas aksi Korea Utara yang menerbangkan balon berisi sampah melintasi perbatasan. Korea Utara sendiri menyatakan bahwa aksi itu adalah respons terhadap kampanye propaganda yang dilakukan oleh pembelot Korea Utara dan aktivis di Selatan yang secara rutin mengirimkan balon berisi selebaran anti-Pyongyang.

Baca Juga: Menkeu AS: RUU Pajak Partai Republik Akan Lindungi Kedaulatan Pajak Korporasi dari Campur Tangan Asing

Meski perang Korea telah berhenti pada 1953 melalui perjanjian gencatan senjata, kedua negara secara teknis masih berada dalam status perang karena belum ada perjanjian damai resmi yang ditandatangani.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X