Inti berita
• Final Piala Dunia 2026 berlanjut ke babak extra time setelah Spanyol yang tampil dominan gagal membobol gawang Argentina, meski Albiceleste harus bermain dengan 10 pemain usai Enzo Fernández diganjar kartu merah
MetroSelebes.com, NEW YORK– Gemuruh puluhan ribu suporter di Stadion MetLife, New York New Jersey, belum juga disambut selebrasi gol. Pertarungan puncak Piala Dunia 2026 justru menghadirkan drama yang menguras emosi setelah Spanyol dan Argentina mengakhiri 90 menit waktu normal dengan skor 0-0, memaksa penentuan juara berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Sepanjang pertandingan, Spanyol tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan membangun serangan secara sabar dari lini tengah. La Roja tercatat menguasai sekitar 65 persen bola serta melepaskan 16 tembakan, dengan 10 di antaranya mengarah ke gawang. Namun, rapatnya pertahanan Argentina dan aksi gemilang penjaga gawang Emiliano "Dibu" Martínez membuat seluruh peluang tersebut gagal berbuah gol.
Di sisi lain, Argentina memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Tim asuhan Lionel Scaloni fokus meredam agresivitas lawan sembari mengandalkan serangan balik cepat. Strategi itu memang mampu menjaga gawang tetap perawan, tetapi membuat lini depan Albiceleste kesulitan menciptakan ancaman berarti sepanjang waktu normal.
Situasi semakin berat bagi juara bertahan setelah dua bek tengah andalan mereka harus meninggalkan lapangan akibat cedera. Lisandro Martínez lebih dulu ditarik keluar menjelang turun minum, disusul Cristian Romero pada babak kedua. Petaka kemudian datang pada masa injury time ketika Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah, membuat Argentina harus memainkan babak tambahan hanya dengan 10 pemain.
Ketatnya duel juga memunculkan sejumlah perdebatan. Beberapa keputusan wasit menjadi sorotan setelah dinilai memicu protes dari kubu Spanyol. Sementara itu, jeda turun minum yang berlangsung lebih lama dari biasanya akibat rangkaian hiburan di stadion ikut menjadi pembicaraan karena memengaruhi ritme pertandingan.
Baca juga: Rekor Emas Mbappe Lewati Messi, tapi Tak Mampu Selamatkan Prancis dari Kekalahan 6-4
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, sebelumnya menegaskan timnya datang dengan satu tujuan. "Kami menghormati Argentina, tetapi kami ingin memainkan sepak bola kami sendiri dan berjuang sampai akhir untuk membawa pulang trofi ini," ujarnya dalam pernyataan resmi jelang laga. Di kubu seberang, Lionel Scaloni juga menekankan pentingnya ketenangan menghadapi tekanan partai final dan meminta para pemainnya tetap percaya pada karakter permainan Argentina.
Hingga berita ini diturunkan, babak perpanjangan waktu masih berlangsung dengan tensi tinggi. Spanyol berupaya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk memecah kebuntuan, sementara Argentina berjuang mempertahankan asa mempertahankan gelar. Jika skor tetap imbang hingga 120 menit, juara Piala Dunia 2026 akan ditentukan melalui drama adu penalti. (*)
(Ade/Man)
Artikel Terkait
Drama 10 Gol Warnai Perebutan Tempat Ketiga, Inggris Taklukkan Prancis 6-4 dan Raih Perunggu Perdana Piala Dunia 2026
Rekor Emas Mbappe Lewati Messi, tapi Tak Mampu Selamatkan Prancis dari Kekalahan 6-4
Listan Minta JFK Hormati Konsensus Provinsi Luwu Raya, Wacana Toraja Dinilai Berpotensi Picu Polemik
Merasa Dipermalukan di Depan Umum, Andi Arifuddin Bantah Tuduhan Ambil Parang Milik Warga di Kajang
Final Piala Dunia 2026 Bukan Sekadar Rebut Trofi, Spanyol dan Argentina Rekor Rivalitas Imbang, Siapa Ukir Sejarah?