WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Harga konsumen di Amerika Serikat mencatat kenaikan yang lebih lambat dari perkiraan pada Mei, dipicu oleh penurunan harga bensin yang mengimbangi lonjakan biaya sewa. Namun, para ekonom memperingatkan bahwa inflasi kemungkinan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, dipicu oleh kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (11/06/2025).
Baca Juga: Warner Bros Discovery Terbelah, Fitch Turunkan Peringkat Utang ke Status “Junk
Data terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) hanya naik 0,1% pada Mei, lebih rendah dari prediksi pasar sebesar 0,2%. Kenaikan utama datang dari sektor perumahan, terutama sewa, yang naik 0,3%. Sementara itu, harga pangan kembali meningkat 0,3% setelah sempat turun 0,1% pada April.
Meskipun inflasi tampak jinak bulan lalu, banyak analis percaya bahwa ini hanya jeda sementara. Harga-harga diperkirakan akan melonjak kembali seiring perusahaan mulai menyesuaikan harga produk akibat tarif baru. Beberapa perusahaan ritel besar seperti Walmart bahkan telah mengumumkan rencana kenaikan harga sejak akhir Mei dan Juni.
Daniel Hornung, peneliti senior di MIT, mengatakan, "Laporan ini menunjukkan bahwa sebelum efek penuh tarif dan ketidakpastian ekonomi dirasakan, inflasi sebenarnya sedang dalam tren turun menuju target. Namun, hambatan utama kini justru datang dari kenaikan harga akibat tarif."
Tarif Impor Masih Jadi Isu Utama. Meski ada tekanan tarif, sebagian besar peritel masih menjual stok lama yang diperoleh sebelum kebijakan tarif diberlakukan. Hal ini membuat dampaknya belum sepenuhnya tercermin dalam data inflasi saat ini. Namun, tren itu diperkirakan akan berubah mulai Juni dan berlanjut sepanjang semester kedua tahun ini.
Presiden Trump bahkan sempat meminta Walmart untuk menanggung beban tarif dan tidak membebankannya kepada konsumen. Namun, kenyataannya, sejumlah sektor sudah mulai menunjukkan dampak tarif. Harga peralatan rumah tangga naik tajam 4,3%—kenaikan terbesar sejak Agustus 2020—sementara harga mainan melonjak 1,3%.
Baca Juga: AS Tegaskan Tarif 55% untuk Tiongkok Tetap Berlaku Meski Kesepakatan Dagang Dicapai
Harga obat resep juga naik 0,6%, sementara biaya asuransi kendaraan meningkat 0,7%. Meski demikian, beberapa komponen harga mengalami penurunan seperti harga mobil bekas (-0,5%) dan tarif penerbangan yang turun 2,7%.
Artikel Terkait
Rachel Reeves Umumkan Rencana Anggaran Ambisius: Fokus pada Kesehatan, Pertahanan, dan Infrastruktur demi Prioritas Rakyat Pekerja
Tiga Pilar Kopdes Merah Putih dapat berjalan optimal
Dorong Percepatan pLPendirian Koperasi Merah Putih, DPD Kunjungi DPMD Jawa Barat
MPP Kini Menjangkau Pulau: Inovasi Baru Layanan Publik di BANGGAI LAUT
IMF dan Serbia Capai Kesepakatan Awal untuk Program Reformasi Ekonomi Selama 36 Bulan
Menkeu AS: RUU Pajak Partai Republik Akan Lindungi Kedaulatan Pajak Korporasi dari Campur Tangan Asing
China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam
AS Tegaskan Tarif 55% untuk Tiongkok Tetap Berlaku Meski Kesepakatan Dagang Dicapai
Korea Selatan Hentikan Siaran Propaganda Lewat Pengeras Suara demi Redakan Ketegangan dengan Korea Utara
Warner Bros Discovery Terbelah, Fitch Turunkan Peringkat Utang ke Status “Junk"