AS Tegaskan Tarif 55% untuk Tiongkok Tetap Berlaku Meski Kesepakatan Dagang Dicapai

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 12 Juni 2025 | 00:02 WIB
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, melambaikan tangan saat tiba di Lancaster House, pada hari kedua yang dijadwalkan untuk pembicaraan dagang antara AS dan Tiongkok, di London, Britania Raya, 10 Juni 2025. Source FOTO: Reuters
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, melambaikan tangan saat tiba di Lancaster House, pada hari kedua yang dijadwalkan untuk pembicaraan dagang antara AS dan Tiongkok, di London, Britania Raya, 10 Juni 2025. Source FOTO: Reuters

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick, menyatakan bahwa tarif sebesar 55% yang dikenakan terhadap produk-produk asal Tiongkok tidak akan berubah, meskipun kedua negara telah mencapai kesepakatan dagang. Hal ini disampaikannya dalam wawancara dengan CNBC pada Rabu (11/06/2025), menegaskan komitmen Washington terhadap pendekatan tegas dalam hubungan perdagangan dengan Beijing.

Baca Juga: China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam

"Anda bisa pastikan itu," kata Lutnick ketika ditanya apakah tarif tersebut akan tetap diberlakukan setelah kesepakatan tercapai.

 

Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah “selesai.” Kesepakatan ini dicapai menyusul pertemuan intensif antara tim negosiator kedua negara yang bertujuan menghidupkan kembali gencatan senjata perdagangan yang sempat rapuh.

Baca Juga: Menkeu AS: RUU Pajak Partai Republik Akan Lindungi Kedaulatan Pajak Korporasi dari Campur Tangan Asing

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah kesediaan Tiongkok untuk mencabut pembatasan ekspor terhadap mineral tanah jarang (rare earth) dan komponen industri penting lainnya, yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua kekuatan ekonomi dunia.

 

Lebih lanjut, Lutnick mengungkapkan bahwa pihak Tiongkok juga sepakat untuk meninjau peluang peningkatan volume bisnis dengan Amerika Serikat. Ia menambahkan, negosiasi dengan sejumlah negara lain juga tengah berlangsung, dan pengumuman kesepakatan-kesepakatan baru kemungkinan besar akan dilakukan mulai pekan depan.

Baca Juga: IMF dan Serbia Capai Kesepakatan Awal untuk Program Reformasi Ekonomi Selama 36 Bulan

Meski kesepakatan dagang ini dipandang sebagai langkah positif menuju stabilitas ekonomi global, keputusan untuk mempertahankan tarif tinggi tetap menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk pelaku industri dan pengamat perdagangan internasional.

 

Kesepakatan ini masih menunggu penandatanganan resmi oleh Presiden Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X