Harga Konsumen AS Naik Moderat, Tapi Tarif Impor Ancam Lonjakan Inflasi di Paruh Kedua 2025

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 12 Juni 2025 | 01:02 WIB
Sebuah troli belanja terlihat di sebuah supermarket saat inflasi memengaruhi harga konsumen di Manhattan, New York City, AS, 10 Juni 2022. Source FOTO: REUTERS
Sebuah troli belanja terlihat di sebuah supermarket saat inflasi memengaruhi harga konsumen di Manhattan, New York City, AS, 10 Juni 2022. Source FOTO: REUTERS

Inflasi Inti dan Proyeksi Suku Bunga. Tanpa memperhitungkan komponen makanan dan energi yang bergejolak, inflasi inti (core CPI) tetap naik 0,1% di Mei, setelah naik 0,2% pada April. Secara tahunan, inflasi inti tetap stabil di angka 2,8%.

 

Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan pekan depan, meski Presiden Trump mendesak agar The Fed memangkas suku bunga sebesar satu poin penuh. Namun, sebagian analis percaya pelonggaran kebijakan moneter baru akan terjadi pada September.

Baca Juga: China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam

"The Fed tidak akan tergesa-gesa mengambil tindakan drastis sampai data inflasi benar-benar menunjukkan tekanan yang signifikan secara konsisten," ujar James Knightley, kepala ekonom internasional di ING.

 

Kekhawatiran Atas Kualitas Data BLS. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap data inflasi, muncul pula kekhawatiran mengenai kualitas data akibat keterbatasan sumber daya di Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS). Badan ini telah menghentikan pengumpulan data CPI di tiga kota karena kendala anggaran dan personel.

 

BLS juga mengumumkan akan menghentikan publikasi sekitar 350 indeks terkait data harga produsen (PPI) mulai Agustus mendatang. Langkah ini dipicu oleh pengurangan staf secara besar-besaran akibat kebijakan pemerintah untuk mengecilkan birokrasi.

 

Meski demikian, BLS menegaskan bahwa data yang dirilis tetap memenuhi standar kualitas tinggi. "Kualitas data kami dievaluasi melalui pengukuran varians, studi bias, dan penilaian metodologi survei," demikian pernyataan resmi BLS.

Baca Juga: China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam

Kesimpulan: Meskipun inflasi di AS tampak terkendali untuk saat ini, tekanan dari tarif impor dan ketidakpastian pasar diperkirakan akan mendorong harga-harga naik di paruh kedua tahun ini. Ketahanan konsumen dan kebijakan moneter akan menjadi penentu utama arah inflasi ke depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X