LONDON,METROSELEBES COM-Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves pada Rabu (10/06/2025) memaparkan rencana pengeluaran pemerintah yang ambisius untuk tahun 2026 hingga 2030, dengan menitikberatkan pada kesehatan, pertahanan, dan proyek infrastruktur sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan memenuhi janji Partai Buruh untuk masa depan yang lebih cerah. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (11/06/2025).
Baca Juga: Sterling Mendekati Puncak, Tapi Fiskal Inggris Di Ujung Tanduk?
Dalam tinjauan pengeluaran (spending review) yang disampaikannya di hadapan Parlemen, Reeves menekankan bahwa anggaran yang dirancang mencerminkan aspirasi dan kebutuhan “rakyat pekerja”. Ia berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menanamkan investasi strategis dalam keamanan nasional, sistem kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Prioritas tinjauan pengeluaran ini adalah prioritas rakyat pekerja – untuk berinvestasi dalam keamanan Inggris, kesehatan Inggris, dan pertumbuhan ekonomi Inggris agar rakyat pekerja menjadi lebih sejahtera,” ujar Reeves dalam sesi parlemen yang berlangsung panas.
Peningkatan Belanja Publik dan Pajak Besar-Besaran.Rencana Reeves mencakup peningkatan belanja publik harian sebesar 2,3% per tahun dalam nilai riil, menghasilkan tambahan £190 miliar untuk pelayanan publik dibandingkan dengan rencana pemerintah sebelumnya di bawah Partai Konservatif. Belanja terbesar dialokasikan untuk sektor kesehatan, yang mendapat kenaikan 2,8% per tahun, dan sektor pertahanan, yang mendapat peningkatan signifikan sebesar 3,6%.
Untuk mendanai rencana ambisius ini, Reeves mengandalkan kenaikan pajak terbesar dalam satu generasi serta pelonggaran aturan fiskal agar pemerintah dapat lebih leluasa meminjam untuk investasi jangka panjang.
Namun, pengeluaran yang meningkat di beberapa sektor berarti penghematan harus dilakukan di tempat lain. Misalnya, anggaran Kementerian Luar Negeri akan dipotong sebesar 5% per tahun, sejalan dengan kebijakan sebelumnya untuk memangkas bantuan luar negeri. Sementara itu, fungsi-fungsi Kementerian Dalam Negeri di luar kepolisian juga akan mengalami pemotongan 4,5% per tahun. Pemerintah berharap dapat mengompensasi hal ini melalui sistem penanganan suaka yang lebih hemat biaya.
Efisiensi dan Pemangkasan Biaya. Seluruh departemen pemerintahan diharuskan mencapai efisiensi minimal 5%, termasuk pemotongan biaya administrasi hingga 15%. Reeves ingin menunjukkan bahwa pemerintah Partai Buruh tidak hanya berinvestasi, tetapi juga mengelola keuangan negara secara efisien.
Artikel Terkait
Mentan Amran Targetkan Swasembada Gula 2028-2030
Deklarasi Bersih dari Korupsi: Kemenkop Kawal 80.000 Kopdes Merah Putih dengan Integritas
Los Angeles Mencekam: Aksi Protes Imigrasi Meluas, Trump Kirim Marinir dan National Guard
Mimpi Gaji Tinggi Berujung Jerat: Waspada Penipuan Berkedok Kerja di Luar Negeri
Kampus Bhinneka Tangguh Unhan RI Diresmikan, Jadi Pilar Pendidikan Patriotik Masa Depan
Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Baru: China Suplai Mineral Langka, AS Buka Pintu bagi Mahasiswa Tiongkok
Filantropi Militer: Menelusuri Jejak Kemanusiaan D.I. Pandjaitan di Tengah Dinamika Patriotisme Kontemporer
Dari London ke Washington: Ketidakpastian Dagang Bayangi Laporan Inflasi AS
Sterling Mendekati Puncak, Tapi Fiskal Inggris Di Ujung Tanduk?
Deklarasi dan MoU Lawan TPPO, Target 10.000 Pekerja Migran Legal!