HULL,INGGRIS,METROSELEBES.COM-Siemens Energy menyatakan bahwa Inggris perlu mengamankan kapasitas baru pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai dalam jumlah rekor pada lelang energi terbarunya jika ingin mencapai target energi bersih pada 2030. Hal ini disampaikan oleh Darren Davidson, Wakil Presiden Siemens Energy UK & Ireland, dalam wawancaranya dengan Reuters di pabrik turbin Siemens Gamesa di Hull, timur laut Inggris. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (03/06/2025).
Baca Juga: Meta dan Energi Nuklir: Langkah Besar Teknologi Dunia yang Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia
Inggris telah menetapkan energi angin lepas pantai sebagai pilar utama dalam upaya dekarbonisasi sektor kelistrikannya. Pemerintah menargetkan kapasitas sebesar 43 hingga 50 gigawatt (GW) pada akhir dekade ini, meningkat tajam dari sekitar 15 GW yang ada saat ini. Namun, laporan pemerintah pada November lalu menyebutkan bahwa target ini akan sulit dicapai tanpa langkah luar biasa.
Melalui skema lelang tahunan subsidi energi terbarukan, pemerintah menawarkan harga minimum yang dijamin untuk listrik yang dihasilkan—sebuah strategi untuk mendorong investasi swasta. Pada lelang terakhir (AR6), sebanyak 1,5 miliar poundsterling (sekitar 2,03 miliar dolar AS) disediakan, dengan lebih dari 5 GW kapasitas angin lepas pantai berhasil mendapatkan kontrak.
Baca Juga: Kesepakatan Nuklir Baru AS-Iran Terancam Gagal Jika Celah Pengawasan IAEA Tak Ditutup
“Untuk tetap berada di jalur menuju target 2030, kami perkirakan AR7 harus menghasilkan kontrak untuk setidaknya 6 GW kapasitas angin lepas pantai—angka tertinggi yang pernah ada,” jelas Davidson.
Rekor tertinggi sebelumnya dicapai dalam lelang AR3 pada tahun 2019, saat 5,46 GW kapasitas berhasil diamankan.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS
Davidson berbicara dari pabrik turbin Siemens Gamesa di Hull, yang merupakan bagian dari bisnis energi angin milik Siemens Energy. Perusahaan ini telah memasang 10 GW turbin angin lepas pantai di sepanjang pesisir Inggris. Pabrik Hull sendiri, yang dibuka pada tahun 2016, kini mempekerjakan lebih dari 1.400 karyawan—termasuk 600 pegawai baru yang direkrut dalam setahun terakhir setelah kapasitas produksi pabrik ini meningkat lebih dari dua kali lipat.
“Lima tahun terakhir membuktikan bahwa ketika ada kepastian proyek yang jelas, kami memiliki keyakinan lebih besar untuk berinvestasi,” tambah Davidson.
Baca Juga: Ekspor Minyak Venezuela Stabil di Tengah Sanksi AS, Kiriman ke China Meningkat
Artikel Terkait
TAMASYA, Solusi Inovatif Tingkatkan Partisipasi Kerja Perempuan Lewat Pengasuhan Anak Ramah Keluarga”
Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Indonesia Dilirik Dunia sebagai Kekuatan Pangan Baru
Sembako Tersalur, Harapan Tertambat: Pemerintah Perketat Bantuan, Pastikan Tak Salah Sasaran
Pemilu atau Penghakiman? Rakyat Korea Selatan Menentukan Nasib Bangsa
PM Mongolia Mundur Usai Ditekan Demonstrasi dan Gagal Raih Dukungan Parlemen
Ekspor Minyak Venezuela Stabil di Tengah Sanksi AS, Kiriman ke China Meningkat
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS
Bantuan PKH Diperbarui, Ribuan Keluarga Tak Lagi Terima Dana Sosial
Kesepakatan Nuklir Baru AS-Iran Terancam Gagal Jika Celah Pengawasan IAEA Tak Ditutup
Meta dan Energi Nuklir: Langkah Besar Teknologi Dunia yang Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia