Meta dan Energi Nuklir: Langkah Besar Teknologi Dunia yang Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 3 Juni 2025 | 20:47 WIB
Lalu lintas perjalanan pagi melintasi papan nama Meta di luar kantor pusat perusahaan induk Facebook, Meta Platforms Inc, di Mountain View, California, Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS
Lalu lintas perjalanan pagi melintasi papan nama Meta di luar kantor pusat perusahaan induk Facebook, Meta Platforms Inc, di Mountain View, California, Amerika Serikat. Source FOTO: REUTERS

CALIFORNIA,METROSELEBES.COM-Meta Platforms Inc., induk perusahaan Facebook, resmi menjalin kesepakatan strategis dengan Constellation Energy untuk mendukung operasional reaktor nuklir di Illinois selama 20 tahun ke depan. Ini menjadi langkah pertama Meta dalam bermitra langsung dengan pembangkit listrik tenaga nuklir guna mengamankan pasokan energi jangka panjang, di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dari pusat data dan kecerdasan buatan (AI). Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (03/06/2025).

Baca Juga: Kesepakatan Nuklir Baru AS-Iran Terancam Gagal Jika Celah Pengawasan IAEA Tak Ditutup

Langkah Strategis di Tengah Lonjakan Permintaan Energi. Kesepakatan ini muncul saat permintaan listrik di Amerika Serikat meningkat untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, didorong oleh pertumbuhan pesat teknologi AI dan ekspansi pusat data oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar.

 

Pembangkit listrik Clinton Clean Energy Center di Illinois, yang dioperasikan oleh Constellation, sebelumnya mendapat subsidi dari pemerintah negara bagian melalui program kredit emisi nol karbon. Namun, program tersebut akan berakhir pada 2027. Setelah itu, Meta akan mengambil alih dukungan melalui perjanjian pembelian listrik (power purchase agreement) dengan nilai yang tidak diungkapkan, untuk membantu pembiayaan perpanjangan izin operasional serta kebutuhan operasional lainnya.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS

Menjadi Contoh bagi Perusahaan Teknologi Lain. Kesepakatan ini dipandang sebagai model potensial bagi perusahaan Big Tech lainnya dalam mendukung keberlanjutan pembangkit nuklir yang sudah ada, sembari tetap merancang rencana jangka panjang untuk menggunakan sumber energi baru, termasuk nuklir generasi baru dan energi terbarukan lainnya.

 

Pernyataan Para Pihak. Urvi Parekh, Kepala Energi Global di Meta, menjelaskan, “Salah satu hal yang paling sering kami dengar dari penyedia energi adalah kebutuhan akan kepastian bahwa pembangkit listrik yang beroperasi saat ini akan terus beroperasi ke depan.”

Baca Juga: Ekspor Minyak Venezuela Stabil di Tengah Sanksi AS, Kiriman ke China Meningkat

CEO Constellation, Joe Dominguez, menambahkan, “Kami sedang berdiskusi dengan klien lain, tidak hanya di Illinois tetapi juga di seluruh negeri, untuk mengikuti langkah Meta. Dukungan seperti ini memungkinkan kami berinvestasi dalam proses perpanjangan izin dan mempertahankan operasional pembangkit.”

 

Bobby Wendell, perwakilan dari unit Serikat Pekerja Listrik Internasional, menyambut baik kesepakatan ini dan menyebutnya sebagai jaminan bagi lingkungan kerja yang stabil bagi para pekerja di fasilitas Clinton.

Baca Juga: Pemilu atau Penghakiman? Rakyat Korea Selatan Menentukan Nasib Bangsa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X