Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 3 Juni 2025 | 20:08 WIB
Pemandangan menunjukkan pompa angguk minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia. Source FOTO: REUTERS
Pemandangan menunjukkan pompa angguk minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia. Source FOTO: REUTERS

LONDON,METROSELEBES.COM-Harga minyak dunia mengalami kenaikan tipis pada Selasa (03/06/2025), didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya perang Rusia-Ukraina yang semakin intens, serta pelemahan nilai tukar dolar AS. Kondisi ini mendorong investor kembali memasukkan faktor risiko ke dalam harga minyak.

Baca Juga: Ekspor Minyak Venezuela Stabil di Tengah Sanksi AS, Kiriman ke China Meningkat

Perdagangan minyak dunia menunjukkan tren kenaikan setelah pada akhir pekan terjadi eskalasi besar dalam konflik Rusia-Ukraina. Serangan drone besar-besaran, ledakan di jembatan Rusia saat kereta penumpang melintas, serta serangan terhadap pesawat pembom berkemampuan nuklir di Siberia menjadi latar ketegangan terbaru.

 

Harga Naik Tipis, Namun Stabil. Harga minyak mentah Brent tercatat naik 45 sen atau 0,7% menjadi $65,08 per barel pada pukul 11:54 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 31 sen atau 0,5% menjadi $62,83 per barel.

 

Kenaikan harga ini juga ditopang keputusan OPEC+ yang mempertahankan rencana kenaikan produksi sebesar 411.000 barel per hari untuk bulan Juli — sesuai dengan kebijakan sebelumnya dan tidak sebesar yang dikhawatirkan sebagian pelaku pasar.

Baca Juga: PM Mongolia Mundur Usai Ditekan Demonstrasi dan Gagal Raih Dukungan Parlemen

Ketegangan AS-Iran dan Ancaman Sanksi Baru. Selain konflik di Eropa Timur, perhatian pasar juga tertuju pada dinamika perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Seorang diplomat Iran menyebut Teheran akan menolak proposal terbaru AS karena dianggap tidak memenuhi kepentingan nasional, terutama terkait pengayaan uranium.

 

Gagalnya pembicaraan ini dapat memperpanjang sanksi terhadap Iran, salah satu produsen minyak utama dunia, yang secara otomatis akan menekan pasokan global dan mendukung kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Pemilu atau Penghakiman? Rakyat Korea Selatan Menentukan Nasib Bangsa

“Premi risiko kembali dimasukkan dalam harga minyak akibat serangan Ukraina terhadap Rusia akhir pekan lalu,” ujar Harry Tchilinguirian, analis dari Onyx Capital Group. “Namun yang lebih krusial untuk volume pasokan adalah tarik-ulur antara AS dan Iran terkait isu nuklir.”

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X