ULAANBAATAR,METROSELELEBES.COM-Perdana Menteri Mongolia, Luvsannamsrain Oyun-Erdene, resmi mengundurkan diri setelah gagal mendapatkan dukungan dari parlemen dalam pemungutan suara kepercayaan yang digelar pada Selasa. Keputusan ini menyusul gelombang unjuk rasa yang melanda ibu kota Ulaanbaatar selama beberapa minggu terakhir, menyuarakan tuduhan korupsi yang melibatkan Oyun-Erdene dan keluarganya.
Baca Juga: Pemilu atau Penghakiman? Rakyat Korea Selatan Menentukan Nasib Bangsa
Dalam pernyataan resmi yang dirilis parlemen Mongolia, Oyun-Erdene dianggap telah mengundurkan diri setelah draf resolusi yang diajukan tidak lolos dalam pemungutan suara kepercayaan. Berdasarkan ketentuan hukum, kegagalan tersebut otomatis mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala pemerintahan.
"Merupakan suatu kehormatan untuk melayani negara dan rakyat saya di masa-masa sulit, termasuk selama pandemi, konflik global, dan tekanan ekonomi seperti tarif dagang," ujar Oyun-Erdene usai hasil pemungutan suara diumumkan.
Baca Juga: Sembako Tersalur, Harapan Tertambat: Pemerintah Perketat Bantuan, Pastikan Tak Salah Sasaran
Oyun-Erdene, yang menjabat sebagai perdana menteri sejak Januari 2021 dan kembali terpilih pada Juli 2024, akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga penggantinya ditunjuk dalam waktu 30 hari.
Krisis politik ini meletus setelah ribuan warga Mongolia turun ke jalan pada Mei lalu. Demonstran menuntut transparansi dan akuntabilitas pemerintah, menyusul dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Oyun-Erdene dan lingkaran terdekatnya.
Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Indonesia Dilirik Dunia sebagai Kekuatan Pangan Baru
Melalui pernyataan di situs resmi parlemen, Oyun-Erdene menyampaikan apresiasi kepada generasi muda atas suara mereka terkait transparansi, serta kepada seluruh warga atas beragam pandangan mereka. Namun, ia menyesalkan bahwa isu tersebut telah dimanfaatkan sebagai "dalih politik yang memicu ketidakstabilan".
Ia juga mengakui bahwa selama masa jabatannya, ia terlalu fokus pada proyek-proyek besar pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam, sementara isu sosial dan politik terabaikan. Dalam masa kepemimpinannya, Oyun-Erdene mendorong 14 proyek besar di sektor energi dan mineral, termasuk pembangunan pusat pengolahan tambang, inisiatif pengalihan air, bendungan, dan pembangkit listrik.
Baca Juga: Pemkot Palu Matangkan Persiapan Verifikasi Kota Layak Anak 2025
Artikel Terkait
Saham Asia Bangkit Perlahan, Dolar Tersandung Isu Tarif dan Utang AS
JMSI Sulteng Kecam Ucapan Pelecehan Wartawan Oleh Kadis Pendidikan Sigi
948 Pahlawan Birokrasi Baru: ASN Muda Siap Wujudkan Indonesia Berintegritas
Harvard Gugat Pemerintah AS, Desak Pencairan Dana Riset Nasional yang Dibekukan
Breaking News: Longsor Terjadi di Tambang Poboya, Satu Orang Tewas dan Satu Luka-Luka
Pemkot Palu Matangkan Persiapan Verifikasi Kota Layak Anak 2025
TAMASYA, Solusi Inovatif Tingkatkan Partisipasi Kerja Perempuan Lewat Pengasuhan Anak Ramah Keluarga”
Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Indonesia Dilirik Dunia sebagai Kekuatan Pangan Baru
Sembako Tersalur, Harapan Tertambat: Pemerintah Perketat Bantuan, Pastikan Tak Salah Sasaran
Pemilu atau Penghakiman? Rakyat Korea Selatan Menentukan Nasib Bangsa