Data dan Dampak. Melalui perjanjian ini, Constellation juga akan memperluas kapasitas Clinton sebesar 30 megawatt (MW) dari kapasitas eksisting 1.121 MW. Saat ini, pembangkit tersebut mampu menyuplai listrik ke sekitar 800.000 rumah di Amerika Serikat.
Clinton Clean Energy Center mulai beroperasi pada tahun 1987. Tahun lalu, Constellation telah mengajukan perpanjangan izin operasional ke Komisi Regulasi Nuklir AS agar dapat beroperasi hingga tahun 2047.
Baca Juga: Pemilu atau Penghakiman? Rakyat Korea Selatan Menentukan Nasib Bangsa
Kinerja Saham. Menanggapi kabar ini, saham Constellation Energy melonjak tajam sebesar 13,4% menjadi USD 355,5 dalam perdagangan pra-pasar, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek bisnis jangka panjang perusahaan.
Artikel Terkait
Pemkot Palu Matangkan Persiapan Verifikasi Kota Layak Anak 2025
TAMASYA, Solusi Inovatif Tingkatkan Partisipasi Kerja Perempuan Lewat Pengasuhan Anak Ramah Keluarga”
Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Indonesia Dilirik Dunia sebagai Kekuatan Pangan Baru
Sembako Tersalur, Harapan Tertambat: Pemerintah Perketat Bantuan, Pastikan Tak Salah Sasaran
Pemilu atau Penghakiman? Rakyat Korea Selatan Menentukan Nasib Bangsa
PM Mongolia Mundur Usai Ditekan Demonstrasi dan Gagal Raih Dukungan Parlemen
Ekspor Minyak Venezuela Stabil di Tengah Sanksi AS, Kiriman ke China Meningkat
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS
Bantuan PKH Diperbarui, Ribuan Keluarga Tak Lagi Terima Dana Sosial
Kesepakatan Nuklir Baru AS-Iran Terancam Gagal Jika Celah Pengawasan IAEA Tak Ditutup